30 Perguruan Tinggi Keagamaan Berkumpul Susun Program Kampus Merdeka

2021-11-10T22:01:01.000Z

Penulis:Eva Pardiana

IMG_0682 (1).JPG
Pembukaan FGD Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, 9-10 November 2021. UIN bersama 30 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) membentuk Program Mitra MBKM dan menyusun program kerja.

YOGYAKARTA – Sebagai tindaklanjut program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama 30 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) membentuk Program Mitra MBKM dan menyusun program kerja.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin menyampaikan melalui forum ini UIN Sunan Kalijaga bermaksud membangun kemitraan antar perguruan tinggi, yang sesuai amanat dalam UU Nomor 12 Tahun 2012, dan dilandasi Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020.

"UIN Sunan Kalijaga menjadi rumah untuk semua mitra, saling berdiskusi dan dialog, saling sambung, bekerja-sama dan memberi manfaat untuk mengembangan pembelajaran lintas ilmu," katanya, Rabu (10/11/ 2021).

Al makin mengajak semua mitra berkaca pada negara lain dalam mengembangankan pengajaran di perguruan tinggi. Dia mencontohkan di Jerman, setelah menyelesaikan sekolah menengah, calon mahasiswa harus melalui tahapan orientasi, untuk meneliti bakat dan ke arah mana tujuan pendidikan yang sesuai kemampuan.   

"Stuktur pendidikan di Jerman terbukti unggul di tingkat dunia. Namun Indonesia sepertinya menganut struktur pendidikan dari Amerika dan Australia. Yang ternyata masih melahirkan keilmuan yang monoton dan seragam," jelasnya.

Dalam forum yang berlangsung 9-10 November 2021 itu, Al Makin melihat tidak ada salahnya berpijak lagi pada pemikiran berlayar mengarungi lintas keilmuan dengan perbanyak jangkar agar semakin banyak bidang keilmuan yang dikuasai.

Lewat forum Mitra MBKM, UIN Sunan Kalijaga bertekad menjadi rumah bersama yang nyaman, mewujudkan pendidikan yang memerdekakan, bukan yang memenjarakan, mengimplementasi keberagaman, mempromosikan kearifan lokal, dan mengadaptasi yang baru yang lebih membawa manfaat, untuk bersama-sama meraih predikat unggul.

Ketua pelaksana program mitra MBKM Epha Diana Supandi, melaporkan 30 PTK se-Indonesia hadir dengan jumlah peserta mencapai 229 orang.

Sebagai tindak lanjut, tambahnya, forum mitra MBKM berlanjut dengan FGD 30 mitra perguruan tinggi membahas delapan bentuk hak belajar MBKM yang terdiri dari pertukaran mahasiswa, magang/praktek kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/KKN tematik.

Ephan mengatakan MBKM selaras dengan visi UIN Sunan Kalijaga: Unggul dan Terkemuka dalam Pemaduan dan Pengembangan Keislaman dan Keilmuan bagi Peradaban. Keselarasan tersebut terletak pada substansi integrasi dan interkoneksi keilmuan. (*)

 

Tulisan ini telah tayang di eduwara.com oleh Setyono pada 10 Nov 2021