Zakat BAZNAS Lampung 2026 Cetak Rekor Tertinggi

Eva Pardiana - Rabu, 01 April 2026 16:21
Zakat BAZNAS Lampung 2026 Cetak Rekor TertinggiPenghimpunan zakat oleh BAZNAS RI (atas) dan BAZNAS Provinsi Lampung (bawah). (sumber: BAZNAS Provinsi Lampung)

BANDAR LAMPUNG – Laporan kinerja keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung selama periode 2020–2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif, terutama pada penghimpunan zakat fitrah dan zakat mal.

Berdasarkan data terbaru, penghimpunan zakat fitrah pada 2026 mencetak rekor tertinggi dengan total Rp842.260.000. Sementara itu, zakat mal yang baru berjalan tiga bulan pada tahun yang sama telah mencapai Rp3,181 miliar.

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, menyebut capaian 2026 merupakan lompatan signifikan dengan peningkatan sebesar 53,6 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp548.392.839. “Tahun 2026 baru berjalan tiga bulan. Artinya, masih sembilan bulan lagi, mengingat target pengumpulan yang diberikan BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi Lampung sebesar Rp120 miliar,” kata Iskandar melalui siaran resmi Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, tren peningkatan juga terjadi pada zakat mal. Pada 2024, penghimpunan tercatat Rp668.862 juta, meningkat menjadi Rp2,783 miliar pada 2025, dan kembali naik menjadi Rp3,181 miliar pada 2026 dalam tiga bulan pertama. “Peningkatan ini dipengaruhi dukungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menyetorkan zakat, infak, dan sedekah ke BAZNAS. Dan BAZNAS pun selalu memperbaiki kinerja dan layanan ke mustahik,” jelasnya.

Menurut Iskandar, dukungan pemimpin memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak awal pembukuan pada 2020, penghimpunan zakat fitrah menunjukkan dinamika yang terus berkembang. Pada 2020 tercatat Rp339,1 juta dan meningkat menjadi Rp473,4 juta pada 2021.

Memasuki periode 2022 hingga 2024, penghimpunan relatif stabil di kisaran Rp415 juta hingga Rp424 juta. Kondisi ini menunjukkan adanya basis muzaki yang solid selama tiga tahun berturut-turut.

Lonjakan signifikan terjadi pada 2025 dengan capaian Rp548,3 juta, yang kemudian meningkat tajam pada 2026 menjadi Rp842,2 juta. Secara keseluruhan, pertumbuhan zakat fitrah sejak 2020 hingga 2026 mencapai lebih dari 148 persen.

Seiring peningkatan penghimpunan, penyaluran zakat juga mengalami kenaikan. Pada 2026, total dana zakat yang disalurkan kepada mustahik mencapai Rp3,49 miliar atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi bagi BAZNAS Lampung untuk terus mengoptimalkan pengelolaan dana umat guna memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, dari tingkat nasional, BAZNAS RI juga mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), tersebut berhasil menghimpun lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Secara tren, penghimpunan zakat dari pejabat negara melalui BAZNAS terus meningkat sejak 2022. Pada 2022 tercatat Rp636.250.000, meningkat menjadi Rp753.500.000 pada 2023, lalu Rp1.088.500.000 pada 2024, naik lagi menjadi Rp2.040.338.000 pada 2025, dan mencapai Rp4.345.197.056 pada 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui BAZNAS, bersama sejumlah menteri kabinet seperti Agus Harimurti Yudhoyono dan Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, Pratikno, Raffi Ahmad, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto juga tercatat sebagai muzaki dalam kegiatan tersebut.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, dan seluruh jajaran kabinet yang telah membayar zakat melalui BAZNAS. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami. Selain tentu saja menambah penerimaan zakat, yang lebih penting adalah dukungan moral,” ujar Sodik.

Ia menegaskan capaian tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. “Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan mustahik di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sodik juga menilai potensi zakat nasional sangat besar dalam membantu pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan kehadiran negara dalam mendukung gerakan zakat nasional. Ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin dipandang sebagai instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor: Eva Pardiana
Tags BAZNAS LampungBagikan

RELATED NEWS