Wamenkes: TPT dan Cek Kesehatan Gratis Kunci Percepatan Eliminasi TBC
Yunike Purnama - Rabu, 15 April 2026 01:28
Wamenkes Benjamin: Indonesia Peringkat 2 TBC Dunia, Pencegahan Harus Diperkuat Termasuk di Lampung (sumber: Yunike Purnama/Kabarsiger)BANDARLAMPUNG - Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus menyatakan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanggulangan TBC, khususnya di Provinsi Lampung.
Kementerian Kesehatan secara nasional telah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp4,1 triliun untuk memperkuat infrastruktur medis dan mendukung kerja kader kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Benyamin dalam kegiatan percepatan eliminasi tuberkulosis di Aula Semergo, Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4).
- Sinergi PGN dan BUMD, Lampung Selatan Perkuat Ketahanan Energi Daerah
- Pemkab Lampung Selatan Bidik Creative Financing 2026
- Bupati Lamsel Egi Pratama Jabat Waketum Aspeksindo 2025–2030
- Kasus TBC Lampung Capai 30.745, Wamen Tinjau Layanan Kesehatan
Ia menyebutkan, penanganan TBC menjadi salah satu prioritas dalam program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Indonesia masih berada di peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia. Karena itu, penanganannya tidak hanya kuratif, tetapi juga harus diperkuat dari sisi pencegahan,” ujarnya.
Di Kota Bandar Lampung, tercatat sekitar 4.300 kasus TBC pada tahun lalu. Untuk itu, pemerintah akan menerapkan strategi penemuan kasus secara aktif melalui program cek kesehatan gratis yang menyasar anggota keluarga pasien.
“Jika ada 4.300 kasus, maka seluruh anggota keluarga di rumah tersebut harus diperiksa. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” jelasnya.
Dorong TPT dan Cek Kesehatan Gratis
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang tinggal serumah dengan pasien TBC, meski belum menunjukkan gejala.
Sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga lapangan, pemerintah akan memberikan insentif bulanan kepada 5.200 kader TBC di seluruh desa di Provinsi Lampung. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat penemuan kasus di tingkat akar rumput.
“Anggaran tambahan ini juga akan digunakan untuk pengadaan alat rontgen modern serta memastikan para kader mendapatkan dukungan yang memadai,” tambahnya.
Selain TBC, pemerintah pusat juga terus mengakselerasi penanganan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Perlunya Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan eliminasi penyakit menular secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana juga menyatakan kesiapan daerah menjalankan arahan pemerintah pusat dalam menekan angka TBC.
“Kami terus aktif melakukan sosialisasi kesehatan, termasuk TBC. Insyaallah angka TBC bisa ditekan, dan kami siap melaksanakan arahan pusat,” ujarnya.
Saat ini, Kota Bandar Lampung didukung 31 puskesmas, terdiri dari 15 puskesmas rawat jalan dan 16 rawat inap, ditambah 50 puskesmas pembantu serta 126 pos layanan kesehatan.
Selain dihadiri Forkopimda Bandar Lampung, dalam agenda kunker Wamenkes dan Wamendagri juga dihadiri stakeholder termasuk komunitas yang turut berkontribusi dalam eliminasi Tuberkulosis seperti Inisiatif Lampung Sehat dan komunitas penyintas Sobat Sehat. (*)

