Wagub Jihan Dorong Percepatan Eliminasi TBC di Tulang Bawang Barat
Eva Pardiana - Kamis, 16 Juli 2026 15:50
Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (16/7/2026). (sumber: Pemprov Lampung)BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektor di seluruh kabupaten/kota. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (16/7/2026).
Rapat yang diikuti jajaran TP2TB Kabupaten Tulang Bawang Barat itu digelar untuk mempercepat penanggulangan TBC sekaligus mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030 sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan kesehatan, melainkan harus menjadi agenda pembangunan bersama karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Indonesia telah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Tentunya target tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga seluruh elemen masyarakat," ujar Jihan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, estimasi kasus TBC di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada 2026 mencapai 826 kasus. Namun, capaian notifikasi kasus baru masih sekitar 15 persen, terendah di Provinsi Lampung. Sementara itu, cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 13 persen sehingga diperlukan langkah percepatan yang lebih terarah.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Jihan meminta Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat memperkuat penemuan kasus secara aktif melalui skrining pada kelompok berisiko di posyandu, sekolah, tempat kerja, maupun melalui kunjungan rumah.
Ia juga mendorong penyusunan micro-planning hingga tingkat puskesmas, pelaksanaan rapat koordinasi mingguan untuk memantau perkembangan kasus, serta peningkatan pelibatan rumah sakit swasta, klinik, dan praktik mandiri dokter dalam pelaporan kasus TBC.
Selain itu, Jihan meminta percepatan pembentukan Desa Siaga TBC, optimalisasi pemanfaatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi pasien TBC yang memiliki rumah tidak layak huni, serta pemanfaatan bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan, termasuk X-ray portabel, agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat.
"Saya berharap kita tidak hanya mengevaluasi capaian program, tetapi juga secara jujur mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan untuk menyusun solusi yang lebih efektif. Mari jadikan eliminasi tuberkulosis sebagai agenda pembangunan bersama, bukan semata-mata agenda kesehatan," tegas Jihan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat percepatan eliminasi TBC melalui sejumlah program yang telah dijalankan.
Program tersebut meliputi Tubaba Q Sehat melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan skrining TBC aktif di seluruh tiyuh melalui 16 puskesmas setiap bulan; RANSEL (Gerakan Bersama Jejaring Puskesmas Skrining TBC Sejak Dini) yang memperkuat jejaring fasilitas pelayanan kesehatan melalui nota kesepahaman; serta SIGAP TBC yang berfokus pada deteksi dini, rujukan, inisiasi pengobatan, edukasi kontak erat, dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) melalui kunjungan rumah.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat berjalan lebih optimal sehingga target eliminasi tuberkulosis pada 2030 dapat tercapai. (pl)

