UIN Raden Intan Kembangkan SIEMetric untuk Pemeringkatan Madrasah Berkelanjutan

Eva Pardiana - Senin, 25 Mei 2026 14:10
UIN Raden Intan Kembangkan SIEMetric untuk Pemeringkatan Madrasah Berkelanjutan Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mulai melakukan studi awal pengembangan Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric), sistem pemeringkatan keberlanjutan yang dirancang khusus bagi madrasah dan pesantren di Indonesia. (sumber: Humas UIN RIL)

BANDAR LAMPUNG – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mulai melakukan studi awal pengembangan Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric), sistem pemeringkatan keberlanjutan yang dirancang khusus bagi madrasah dan pesantren di Indonesia.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama RI atau MoRA The AIR Funds 2025 yang berhasil diraih tim peneliti UIN Raden Intan Lampung melalui proposal bertajuk Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric): Implementasi Ekoteologi dan Ekonomi Sirkular melalui Pemeringkatan Madrasah dan Pesantren Berkelanjutan.

Riset tersebut menjadi wujud komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat penelitian berbasis keberlanjutan yang telah mendapat pengakuan nasional. Selain itu, penelitian ini digagas untuk menghadirkan instrumen evaluasi keberlanjutan bagi madrasah dan pesantren yang selama ini belum memiliki sistem pemeringkatan khusus sebagaimana perguruan tinggi.

Tim peneliti terdiri atas Dr. Irwandani, M.Pd., Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., Suci Wulan Pawhestri, M.Si., Wawan Gunawan, M.Kom., dan Mia Selvina, S.E., M.Ak. Kolaborasi lintas disiplin tersebut mengintegrasikan perspektif pendidikan Islam, lingkungan, teknologi digital, tata kelola kelembagaan, serta ekonomi berkelanjutan dalam pengembangan SIEMetric.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Irwandani, menjelaskan bahwa penelitian ini menghadirkan inovasi berupa sistem pemeringkatan keberlanjutan yang secara khusus dirancang untuk madrasah dan pesantren.

"Melalui SIEMetric, lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat mengukur tingkat keberlanjutan pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam membangun budaya ramah lingkungan secara lebih sistematis dan terukur," ujar Irwandani, Senin (25/5/2026).

Sebagai tahap awal penyusunan instrumen, tim peneliti telah melakukan studi pendahuluan di sejumlah madrasah dan pesantren di Provinsi Lampung dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan kondisi nyata penerapan budaya keberlanjutan di lingkungan pendidikan Islam sekaligus mengidentifikasi indikator yang relevan untuk dikembangkan dalam SIEMetric.

Sejumlah lembaga yang menjadi lokasi observasi awal meliputi MAN 3 Sleman, Madrasah Mu'allimin Yogyakarta, Pondok Pesantren Al Fatah Natar, dan MAN 1 Bandar Lampung.

Dalam studi lapangan tersebut, tim melakukan pengamatan terhadap praktik pengelolaan lingkungan, tata kelola sumber daya, budaya kebersihan, pengelolaan sampah, serta integrasi pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran dan kehidupan pesantren sehari-hari.

Pengembangan SIEMetric dilatarbelakangi belum tersedianya sistem pemeringkatan keberlanjutan yang secara khusus diperuntukkan bagi madrasah dan pesantren di Indonesia. Selama ini, konsep pemeringkatan keberlanjutan lebih banyak diterapkan pada perguruan tinggi, sementara lembaga pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah belum memiliki instrumen evaluasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip keberlanjutan modern.

Dalam penelitian tersebut, pendekatan ekoteologi Islam digunakan untuk menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Sementara itu, konsep ekonomi sirkular diterapkan untuk mendorong pengelolaan sumber daya secara efisien melalui pengurangan limbah, penggunaan kembali, dan daur ulang sumber daya secara berkelanjutan.

Ke depan, penelitian ini ditargetkan menghasilkan platform digital SIEMetric yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh madrasah dan pesantren di Indonesia sebagai instrumen evaluasi dan pemeringkatan keberlanjutan.

Selain mendukung penguatan tata kelola lembaga pendidikan Islam, hasil penelitian tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, aksi perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. (ril)

RELATED NEWS