Rupiah Berpeluang Melemah pada Perdagangan Rabu 28 September 2022
Yunike Purnama - Rabu, 28 September 2022 08:47
BANDAR LAMPUNG - Pada perdagangan Selasa, 27 September 2022 Rupiah ditutup menguat tipis 5 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp15.124. Sedangkan, pada penutupan perdagangan sebelumnya Rupiah berada di posisi Rp15.129.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Rupiah berpotensi melemah pada perdagangan Rabu, 28 September 2022.
"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.110 hingga Rp15.150,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 28 September 2022.
- Tumbuh 14 Persen, Realisasi Penyaluran KUR BNI Capai Rp17,1 Triliun
- PLN Akhirnya Batalkan Program Kompor Listrik
- Cek Harga Emas Antam di Pegadaian Rabu, 28 September 2022
Secara internal, hal ini dipengaruhi oleh adanya ekspektasi dunia akan mencapai jurang resesi secara bersama-sama pada 2023. Resesi tersebut disebabkan oleh inflasi yang tinggi serta tingginya harga pangan dan energi di beberapa negara baik di benua Eropa maupun Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut yang menjadikan tingginya inflasi di sejumlah negara sehingga memacu bank sentral di negara-negara maju untuk menaikan suku bunga acuan dan memperketat likuiditas.
“Kebijakan tersebut akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga negara berkembang pun akan merasakan efek dari kenaikan suku bunga itu," ujar Ibrahim.
Apabila bank sentral di seluruh dunia secara kompak melakukan kenaikan suku bunga yang cukup ekstrim, resesi dunia pada 2023 kemungkinan tidak dapat dielakkan.
- 15,3 Juta Kompor Listrik akan Dipasok Industri Lokal Sampai 2025
- BSI Scholarship 2022 Sudah Dibuka, Cek Persyaratannya!
- 118 UMKM Siap Ramaikan Pesta Rakyat Simpedes Bandar Lampung 2022
Negara-negara maju cukup cepat dan ekstrem sehingga memukul pertumbuhan negara-negara berkembang, karena suku bunga acuan di beberapa negara sendiri sudah tercatat naik sangat agresif.
Sebagai informasi, suku bunga acuan di Inggris telah mencapai 2,25 persen atau naik 200 basis points (bps),kemungkinan masih akan menaikkan dalam tahun ini.
Sedangkan AS telah mencapai 3,25 persen setelah naik sebesar 300 bps. Bahkan jumlah ini akan bisa bertambah karena diperkirakan AS akan menaikan suku bungannya kembali sebanyak 75 basis poin. (*)