QRIS Makin Melesat, Transaksi Digital Lampung Tembus Rp2,96 Triliun
Yunike Purnama - Sabtu, 26 September 2026 15:53
Transaksi Ekonomi Digital Tembus 6,11 Miliar, Lampung Catat 963 Ribu Merchant QRIS (sumber: Ist)JAKARTA — Transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Agustus 2026, transaksi ekonomi keuangan digital tercatat mencapai 6,11 miliar transaksi, atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Perkembangan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026.
Gelaran yang mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional” itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, regulator, industri, dan pelaku ekonomi digital.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, percepatan transformasi digital perlu terus dilakukan di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai ketidakpastian dan meningkatnya risiko digital.
“FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi. Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Destry.
- PTPN I Regional 7 Tanam Perdana Demplot Singkong Mukibat
- Investor Pasar Modal Lampung Tumbuh 36,3 Persen, Transaksi 2026 Naik Signifikan
- Pekan Tuli Internasional Lampung 2026, Siap Angkat Isu Budaya Tuli sebagai HAM
- Gunakan CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi hingga 30%
Pertumbuhan transaksi digital juga ditopang oleh semakin luasnya penggunaan QRIS. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta, sementara jumlah merchant telah menembus 47,11 juta.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi, dengan nilai transaksi sebesar Rp1.346 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut besarnya transaksi tersebut menunjukkan potensi ekonomi digital Indonesia yang semakin besar.
“Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada 2030,” kata Airlangga.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui inovasi dan pengembangan talenta digital sehingga pertumbuhan ekonomi digital semakin inklusif dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Lampung Catat 32 Juta Transaksi QRIS
Akselerasi ekonomi digital juga terlihat di Provinsi Lampung. Hingga Agustus 2026, jumlah merchant QRIS di Lampung telah mencapai 963 ribu merchant.
Nilai transaksi QRIS di daerah ini tercatat sebesar Rp2,96 triliun, dengan volume mencapai 32 juta transaksi.
Capaian tersebut menjadi gambaran semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha di Lampung.
Tak hanya transaksi masyarakat, digitalisasi juga semakin kuat dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Hingga Semester I 2026, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Lampung telah berada pada tahap Digital dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Kemajuan tersebut turut mendapat apresiasi dalam Championship TP2DD 2026. Pemerintah Provinsi Lampung meraih Juara III TP2DD Provinsi Terbaik Wilayah Sumatera.
Di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Kota Metro meraih Juara II TP2DD Kota Terbaik Wilayah Sumatera, sedangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara meraih Juara III TP2DD Kabupaten Terbaik Wilayah Sumatera.
Capaian itu mencerminkan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai mitra strategis dalam memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan semakin canggihnya teknologi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.
“Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat,” ujarnya.
Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Lampung juga dilakukan melalui Festival Semarak Inspirasi dan Gebyar Elektronifikasi (SIGER FEST) 2026 yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026 dengan semangat “Bijak Bertransaksi, Siap Digitalisasi.”
Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 sendiri turut disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi (Rakornas PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), termasuk penganugerahan TPID Awards dan Championship TP2DD sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi daerah dalam meningkatkan efisiensi tata kelola.(*)

