Investor Pasar Modal Lampung Tumbuh 36,3 Persen, Transaksi 2026 Naik Signifikan
Yunike Purnama - Jumat, 25 September 2026 21:22
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Hendi Prayogi saat media update kondisi pasar modal Lampung pada Jumat(25/9). (sumber: Yunike Purnama/Kabarsiger)BANDAR LAMPUNG — Pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Lampung menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung, jumlah Single Investor Identification (SID) baru hingga Juli 2026 mencapai 365.270 investor, meningkat dibandingkan akumulasi SID baru sepanjang 2025 sebanyak 267.908 investor.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Lampung Hendi Prayogi mengatakan pertumbuhan menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat Lampung untuk masuk ke pasar modal.
“Pertumbuhan investor menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai mengenal dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi,” kata Hendi saat media update perkembangan pasar modal Lampung pada Jumat (25/9).
- Pekan Tuli Internasional Lampung 2026, Siap Angkat Isu Budaya Tuli sebagai HAM
- Gunakan CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi hingga 30%
- Kundapil di Pekurun Udik Lampura, Nessy Kalviya Tampung Aspirasi Warga
- Bare Metal Server IDCloudHost Dukung Deployment Beragam Aplikasi Bisnis
Berdasarkan data BEI Lampung, jumlah SID baru pada 2026 terus bertambah setiap bulan. Pada Januari tercatat 21.692 SID baru, Februari 67.533, Maret 61.615, April 59.240, Mei 41.832, Juni 40.641, dan Juli 36.297 SID baru. Secara kumulatif, jumlah SID pasar modal mencapai 828.927 pada Juli 2026.
Selain pertumbuhan investor, aktivitas transaksi pasar modal juga menunjukkan nilai yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai transaksi pasar modal di Lampung tercatat sekitar Rp23,94 triliun.
Nilai transaksi terbesar terjadi pada Januari 2026 yang mencapai sekitar Rp7,47 triliun, disusul April sebesar Rp4,45 triliun dan Februari sekitar Rp5,23 triliun. Sementara pada Maret tercatat Rp3,12 triliun, Mei Rp3,01 triliun, Juni Rp112,11 miliar, dan Juli Rp547,31 miliar.
Jika dibandingkan dengan periode Januari–Juli 2025, nilai transaksi Januari–Juli 2026 meningkat sekitar 170 persen berdasarkan penjumlahan data bulanan dalam paparan BEI Lampung.
Hendi mengatakan pertumbuhan jumlah investor perlu diikuti dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya menjadi investor secara jumlah, tetapi juga memahami karakteristik dan risiko instrumen investasi yang dipilih.
“Pertumbuhan investor harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai investasi, termasuk risiko dan cara berinvestasi di pasar modal secara tepat,” ujarnya.
Dari profil usia, investor Lampung masih didominasi kelompok muda. Investor berusia 18–25 tahun mencapai 38,4 persen, disusul usia 26–30 tahun sebesar 26,3 persen dan usia 31–40 tahun sebesar 22,2 persen.
Sementara berdasarkan pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar dengan proporsi 35 persen, disusul pengusaha 18 persen dan pelajar 17 persen.(*)

