PTPN I Genjot Produksi Karet di Bengkulu

Eva Pardiana - Sabtu, 09 Mei 2026 14:20
PTPN I Genjot Produksi Karet di BengkuluPTPN I Genjot Produksi Karet di Bengkulu (sumber: Dok. PTPN I)

BENGKULU – Di bawah rimbunnya pepohonan karet yang membentang di Bumi Bengkulu, Direktur Produksi PTPN I, Fauzi Omar, menyusuri jalur-jalur sadap di Kebun Padang Pelawi, Rabu (6/5/2026). Kunjungan yang didampingi tim teknis kantor pusat tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali produksi karet di Regional 7 yang saat ini menghadapi berbagai tantangan.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Fauzi Omar menilai produksi kebun tersebut belum mencapai target yang dicanangkan perusahaan. Meski menunjukkan tren pertumbuhan, capaian produksi dinilai masih berada di bawah ekspektasi sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh.

Menurutnya, setiap tetes lateks yang tidak tersadap bukan sekadar kehilangan materi, tetapi juga potensi yang terbuang di tengah upaya perusahaan untuk terus bertumbuh.

Dalam arahannya, Fauzi menekankan pentingnya disiplin dalam penggalian produksi. Ia menyoroti persoalan kekurangan hari kerja (HK) sadap serta rendahnya kapasitas penyadap akibat hanca yang belum seluruhnya tersadap secara optimal.

Instruksinya tegas, setiap areal kerja harus tersentuh pisau sadap dan seluruh potensi pohon harus dikonversi menjadi produktivitas nyata. Menurutnya, tidak boleh ada area produktif yang terlewat tanpa memberikan kontribusi karena potensi karet di Bengkulu masih sangat besar untuk dikembangkan.

Saat mengunjungi pabrik di Unit Padang Pelawi, Fauzi Omar juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek pengolahan. Unit tersebut dinilai bukan hanya sebagai mesin produksi saat ini, tetapi juga menjadi prototipe pengembangan ke depan.

Layout dan efisiensi pabrik Padang Pelawi ditetapkan sebagai rujukan utama atau studi banding dalam rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Merbuh, Regional 3. Penetapan ini mempertegas posisi Padang Pelawi sebagai pusat keunggulan teknis yang standar operasionalnya akan direplikasi guna memperkuat infrastruktur pengolahan karet nasional.

Sorotan tersebut menunjukkan bahwa Kebun Padang Pelawi memegang peran penting sebagai tulang punggung produksi karet Regional 7 sekaligus menjadi barometer di lingkungan PTPN I.

Fauzi menegaskan, sebagai unit andalan, konsistensi produktivitas di Padang Pelawi tidak boleh mengalami penurunan karena kebun tersebut menjadi cerminan kualitas komoditas karet perusahaan secara keseluruhan.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan pembenahan teknis di setiap lini, PTPN I optimistis produksi karet di Bengkulu dapat kembali meningkat sesuai target perusahaan. (*)

Editor: Eva Pardiana
Tags PTPN I Regional 7Bagikan

RELATED NEWS