PLN UID Lampung Gelar Pasar Murah Ramadan
Eva Pardiana - Selasa, 03 Maret 2026 18:15
Antusiasme warga mewarnai kegiatan Pasar Murah Terang Berkah Ramadan yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung. Program ini menjadi bukti nyata kepedulian PLN dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus berbagi kebahagiaan di Ramadan. (sumber: PLN UID Lampung)BANDAR LAMPUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung menyiapkan 1.200 paket sembako murah dalam kegiatan Pasar Murah bertajuk Terang Berkah Ramadan. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
“Kami menyediakan sembako berkualitas dengan harga terjangkau agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan,” ujar Darma, Senin (2/3/2026).
- Perbaikan Jalan Ruas Gunung Batin – Daya Murni Dikebut
- Ini Strategi Pemprov Lampung Jaga Inflasi Tetap Terkendali
- PTPN I Regional 7 Perkuat Pengawasan Produksi Karet
Setiap paket sembako berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, sarden, dan gula. Paket senilai Rp140.000 itu dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp70.000.
Darma menambahkan, hasil penjualan paket sembako akan didonasikan kembali untuk membantu lembaga sosial seperti panti asuhan, pondok pesantren, sekolah, masjid, musala, serta fasilitas umum yang belum memiliki sambungan listrik atau membutuhkan penambahan daya.
Menurutnya, program serupa juga dilaksanakan PLN di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kepedulian sosial perusahaan selama Ramadan.
Salah seorang warga Rajabasa Induk, Erna, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mengatakan harga paket yang terjangkau meringankan beban kebutuhan rumah tangga.
Hal senada disampaikan Ristin, warga Jatimulyo yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Ia menilai program itu tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan sembako murah, tetapi juga memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan akses listrik. (*)

