PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF, Perkuat Ketahanan Energi
Eva Pardiana - Senin, 06 Juli 2026 10:31
Kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman beserta jajaran ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa pada Jumat (3/7/2026). (sumber: PGN)PAGARDEWA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengembangkan pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara sebagai sumber pasokan gas non-konvensional.
Pengembangan CBM di Tanjung Enim dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung diversifikasi pasokan gas domestik sekaligus membuka peluang monetisasi sumber daya gas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, potensi CBM di kawasan tersebut mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (Original Gas in Place/OGIP) dengan estimasi nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar.
PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial pemanfaatan gas bumi tersebut dengan target penyaluran yang diproyeksikan meningkat secara bertahap, mulai dari 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman beserta jajaran ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa pada Jumat (3/7/2026).
Turut hadir dalam kunjungan itu Kasdam II/Sriwijaya Brigadir Jenderal TNI Iwan Ma'ruf Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi, S.H., serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan energi, peningkatan kapasitas produksi energi domestik, dan pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.
Kepala Staf Kepresidenan menyatakan percepatan pengembangan pemanfaatan CBM merupakan agenda strategis nasional. Menurutnya, meski masih terdapat sejumlah proses administrasi yang harus diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah sepakat mempercepat penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.
KSP juga mendorong penyelesaian berbagai hambatan lintas sektor agar pengembangan gas metana batubara di Muara Enim dapat segera memasuki tahap komersialisasi tanpa mengabaikan mekanisme administrasi yang berlaku.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengapresiasi dukungan KSP dalam mempercepat penguatan pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk penyelesaian berbagai kendala pengembangan infrastruktur gas di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.
Selain mengembangkan CBM, PGN juga mengoptimalkan potensi biomethane yang berasal dari limbah kelapa sawit serta Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menambah pasokan gas di Sumatera Selatan.
"Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Infrastruktur ini menjadi titik pengumpul gas dari CBM, biomethane maupun sumber lainnya sebelum disalurkan ke jaringan pipa transmisi yang sudah ada," ujar Arief.
Menurutnya, integrasi infrastruktur berbasis jaringan pipa (pipeline) dan non-pipeline menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penyerapan energi. Dengan dukungan jaringan infrastruktur gas bumi yang luas, PGN siap menjalankan peran sebagai penghubung antara sumber pasokan gas dengan masyarakat dan pelanggan, dengan tetap menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Meski demikian, PGN menilai percepatan proyek strategis tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan KSP dinilai penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga setiap tahapan pengembangan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan peran masing-masing pihak.
"PGN menegaskan komitmen jangka panjang untuk terus mendukung kebijakan pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, kami bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, serta memberikan efek berganda bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah," tutup Arief. (*)

