Peluncuran Merdeka Ekspor, Lampung Lepas Produk Pertanian Senilai Rp660,5 Miliar

Eva Pardiana - Sabtu, 14 Agustus 2021 20:47
Peluncuran Merdeka Ekspor, Lampung Lepas Produk Pertanian Senilai Rp660,5 MiliarPelepasan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Kementerian Pertanian secara virtual di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Sabtu (14/8/2021). (sumber: Adpim Pemprov Lampung)

BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung berpartisipasi dalam peluncuran program Merdeka Ekspor atau Pelepasan Ekspor Komoditi Pertanian oleh Kementerian Pertanian. Acara diikuti oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi secara virtual di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Sabtu (14/8/2021). 

Pada kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo serta pimpinan daerah di 17 pintu pengeluaran yang telah dipilih secara serentak melepas ekspor komoditas pertanian Indonesia ke 61 negara di dunia. Jokowi melepas ekspor produk pertanian potensial daerah dengan total nilai Rp7,29 triliun. 

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya para petani yang masih bertahan di tengah masa pandemi ini dalam menyediakan kebutuhan pangan, bahkan tetap mampu mendorong ekspor produk pertanian Indonesia. 

"Pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan disaat hantaman pandemi Covid-19. Saat ini kita akan melakukan launching ekspor secara serentak di 17 pintu di Indonesia. Ini adalah momentum terbaik yang menandakan kebangkitan perekonomian di Indonesia," ujarnya. 

Jokowi juga menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2020 berada di angka 99,60 secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapain 103,25 dan Juni 2021 mencapai 103,59. 

"Ini merupakan sebuah kabar yang baik dan bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif dimasa pandemi," imbuhnya.

Sementara itu, Arinal menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 ini, patut disyukuri ekspor produk pertanian Lampung masih terus berjalan. 

"Ini menunjukkan bahwa roda sektor pertanian Provinsi Lampung masih terus bergerak. Menjadi harapan kita bersama, bahwa hal ini akan memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja perekonomian daerah dan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung," ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa kopi robusta, tapioka, santan, nanas dan pisang merupakan produk unggulan ekspor yang berasal dari Provinsi Lampung dan diupayakan untuk dapat mengekspor produk hasil pertanian yang lainnya. 

"Selanjutnya kita upayakan produk pertanian lain dari bumi Lampung dapat diekspor langsung dari sini," ujar Arinal. 

Gubernur Arinal berharap Lampung menjadi salah satu Provinsi andalan di Indonesia dalam hal ekspor. 

"Mudah-mudahan Lampung menjadi salah satu Provinsi andalan untuk ekspor," ujarnya.

Provinsi Lampung menjadi salah satu pintu pengeluaran terpilih untuk melepas ekspor produk pertaniannya. Selama Agustus ini, Lampung telah mengekspor produk pertanian dari berbagai subsektor yang diantaranya perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, kehutanan, dan jenis lainnya dengan total ekspor pertanian mencapai Rp660,5 miliar dengan tujuan ke 47 negara. 

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh. Jumadh juga menjelaskan Berdasarkan data IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) milik Badan Karantina Pertanian, pada 2020 ekspor pertanian Provinsi Lampung mencapai Rp10,7 triliun, naik 20,6% dari periode sebelumnya yaitu Rp8,25 triliun. 

Semester pertama tahun 2021, telah mencapai Rp5,6 triliun atau naik sebesar 32,14 % dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp3,8 triliun. (*)

Editor: Eva Pardiana

RELATED NEWS