OJK Beberkan 4 Tantangan BPR dan BPRS Tahun Ini
Redaksi - Selasa, 28 Februari 2023 05:40
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan operasional usahanya.
Direktur Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, ada empat tantangan yang dihadapi industri BPR/BPRS ke depannya. Pertama, tantangan dari dinamika isu global dan domestik.
"Kemudian perubahan perilaku masyarakat pada produk dan layanan keuangan. Selanjutnya, adanya persaingan antar lembaga jasa keuangan. Terakhir, isu mendasar terkait dengan tantangan struktural," kata Dian dalam Webinar, dikutip Senin, 27 Februari 2023.
- Premi Asuransi Jiwa Kembali Anjlok, Turun 5,25% pada Januari 2023
- Ditopang Simpanan Nasabah, Aset BPR Naik Jadi Rp202,46 triliun
- Awal Tahun 2023, Kinerja Sektor Jasa Keuangan Stabil
Dian mengatakan, saat ini peran dan kontribusi BPR dan BPRS masih sangat dibutuhkan baik dalam pembangunan daerah, pengembangan UMKM, penyediaan produk, dan layanan keuangan pada masyarakat, serta percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Per Desember 2022, jumlah BPR dan BPRS tercatat sebanyak 1.608 unit. Jumlah tersebut mengalami tren penurunan sejak 2015 yang tercatat sebanyak 1.800 BPR dan BPRS. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh proses konsolidasi, pencabutan izin usaha, dan likuidasi.
Pada periode tersebut, total aset BPR/BPRS menunjukan pertumbuhan sebesar 9,14% menjadi Rp 202,46 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 185,50 triliun. Adapun pertumbuhan total aset ditopang oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 9,17% secara tahunan (yoy).
"Dari sisi penyaluran dana, kredit BPR/BPRS tumbuh sebesar 11,81%. Nilai tersebut telah melebihi tingkat pertumbuhan pre-pandemi covid 19 yang tercatat sebesar 10,85%," kata Dian.
Secara agregat, ketahanan permodalan industri BPR/BPRS dalam kondisi memadai di tengah eksposur resiko yang masih tetap manageable. Sementara untuk pangsa pasar industri BPR/BPRS di dominasi oleh 95 BPR/BPRS dengan modal inti di atas Rp 50 miliar dengan total aset agregat mencapai 42,08% dari total aset indutri BPR/BPRS.
"Adapun BPR dengan total aset tertinggi telah mencapai Rp 10,14 triliun," pungkas Dian. (*)