Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Lampung Sepanjang 2021 Capai Rp14,1 Triliun

Eva Pardiana - Sabtu, 01 Januari 2022 08:15
Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Lampung Sepanjang 2021 Capai Rp14,1 TriliunKepala Karantina Pertanian Lampung Muh. Jumadh. (sumber: Dok. Karantina Pertanian Lampung)

BANDARLAMPUNG – Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung mencatat selama periode Januari hingga Desember 2021 nilai ekspor komoditas pertanian di Lampung mencapai Rp14,1 triliun. 

Komoditas pertanian yang diekspor tersebut terdiri dari subsektor hortikultura, perkebunan, pangan, kehutanan dan lain-lain seperti kopi biji, tepung tapioka, palm kernel expeller, minyak sawit mentah, lada biji, nanas, cabe jawa serta komoditas lainya.

Komoditas pertanian asal Lampung ini diekspor ke berbagai negara diantaranya adalah China, New Zealand, Spanyol, Vietnam, Italia, Korea selatan, Australia, India, Maroko, Prancis, Rusia, Pakistan maupun Jerman.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh. Jumadh mengatakan saat ini Badan Karantina Pertanian tengah fokus mendorong komoditas unggulan lain untuk diekspor ke mancanegara. Tak hanya volume ekspor yang ditingkatkan, namun juga peningkatan jumlah negara tujuan, sesuai dengan yang dicanangkan Kementerian Pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Jumadh menambahkan ekspor komoditas pertanian Lampung dari setiap subsektor menunjukan peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun dalam Indonesia Quarantine Full Automation System (Iqfast) Badan Karantina pertanian tercatat bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir (2018–2021) ekspor komoditas pertanian asal Lampung meningkat 233 persen.

“Kami catat bahwa untuk sertifikasi ekspor yang dilakukan oleh Karantina Pertanian Lampung pada tahun 2021 sebanyak 9077 sertifikat yang sebelumnya 8928 pada tahun 2020 atau meningkat 1.67%,” papar Jumadh saat Gebyar Ekspor di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Jumat (31/12/2021).

Pada penghujung tahun 2021, Karantina Pertanian Lampung melepas ekspor dari berbagai jenis komoditas pertanian dengan volume 85.049.567 kilogram atau 85,04 ribu ton dengan nilai Rp674,4 Miliar. Komoditas pertanian tersebut di antaranya kopi biji, minyak sawit, lada biji, nanas irisan, tepung tapioca, santan kelapa, buah pisang, kelapa parut, sabut kelapa, kayu manis, lengkuas, asam kranji yang dikirim ke 63 negara tujuan yang meliputi New Zealand, Korea Selatan, Jerman, China, Malaysia, India, Belanda, Maroko, Prancis dan Rusia.

Secara kumulatif jumlah komoditas pertanian dalam Gebyar Ekspor yang digelar serentak melalui 34 pintu ekspor tersebut sebanyak 1.368.863 ton atau senilai Rp14,4 triliun. Ada pun negara tujuan ekspor sebanyak 124 negara. Lokus utama pelepasan ekspor berada di Makassar, Sulawesi Selatan. (*)

RELATED NEWS