Maret 2021, Ekspor - Impor Lampung Naik

Yunike Purnama - Selasa, 04 Mei 2021 11:48
Maret 2021, Ekspor - Impor Lampung NaikIlustrasi ekspor impor

Kabarsiger.com, BANDARLAMPUNG - Neraca perdangangan provinsi Lampung pada Maret 2021 mengalami kenaikan, baik dari sisi ekspor dan impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mendata nilai ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2021 mencapai US$378,52 juta, mengalami peningkatan sebesar US$91,39 juta atau naik 31,83 persen dibanding ekspor Februari 2021 yang tercatat US$287,14 juta.

"Nilai ekspor Maret 2021 ini jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang tercatat US$222,85 juta, mengalami peningkatan sebesar US$155,67 juta atau naik 69,85 persen," ujar Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar saat konferensi pers virtual, Senin (3/5/2021).

Adapun, sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; ampas/sisa industri makanan; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp; hasil penggilingan; karet dan barang dari karet; ikan dan udang; batu bara; serta daging dan ikan olahan.

"Peningkatan ekspor Maret 2021 terhadap Februari 2021 terjadi pada empat golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 87,63 persen; ampas/sisa industri makanan naik 13,19 persen; bubur kayu/pulp naik 117,06 persen; dan hasil penggilingan naik 24,28 persen," papar Faizal.

Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah kopi, teh, rempah-rempah turun 1,08 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 3,76 persen; karet dan barang dari karet turun 17,66 persen; ikan dan udang turun 4,27 persen; batu bara turun 17,69 persen; serta daging dan ikan olahan turun 18,72 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2021 adalah Amerika Serikat US$59,19 juta, Tiongkok US$45,96 juta, Italia US$44,23 juta, Belanda US$43,21 juta, Bangladesh US$38,76 juta, India US$25,34juta, Philipina US$23,86 juta, Inggris US$10,88 juta, Malaysia US$9,72 juta dan Afrika Selatan US$8,76 juta.

"Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 81,87 persen," tambahnya.

Impor Provinsi Lampung Naik 66,95 Persen

Selanjutnya untuk nilai impor Provinsi Lampung pada Maret 2021 mencapai US$227,91 juta atau mengalami peningkatan sebesar US$91,40 juta atau naik 66,95 persen dibanding Februari 2021 yang tercatat US$136,51 juta.

Nilai impor Maret 2021 tersebut lebih besar US$124,25 juta atau naik 119,86 persen jika dibanding Maret 2020 yang tercatat US$103,66 juta.

Dari sepuluh golongan barang impor utama pada Maret 2021, enam golongan barang mengalami peningkatan, masing-masing adalah gula dan kembang gula naik 295,46 persen; ampas/sisa industri makanan naik 88,46 persen; biji-bijian berminyak naik 1514,39 persen; besi dan baja naik 38,36 persen; mesin/pesawat mekanik naik 11,57 persen; serta gandum-ganduman naik 652,75 persen.

Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan adalah binatang hidup turun 44,98 persen; pupuk turun 46,96 persen; bahan kimia organik turun 17,15 persen; serta berbagai barang logam dasar turun 32,80 persen.

Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Maret 2021 adalah Nigeria US$61,33 juta, India US$41,03 juta, Australia US$31,90 juta, Brazil US$22,49 juta, Amerika Serikat US$21,99 juta, Argentina US$20,52 juta,Tiongkok US$7,72 juta, Jepang US$4,28 juta, Thailand US$3,34 juta dan Belarusia US$2,62 juta.

Jika dibandingkan dengan Maret 2020, barang konsumsi naik 5,41 persen, dan bahan baku/penolong naik 126,88 persen, sedangkan barang modal turun 6,96 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang selama Januari-Maret 2021 dibandingkan selama Januari-Maret 2020, terlihat bahwa nilai impor barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku/penolong mengalami kenaikan masing-masing sebesar 38,51 persen; 170,23 persen; dan 71,56 persen.(*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS