LP2M UIN RIL Teken Kerja Sama Pendanaan Riset MoRA

Eva Pardiana - Sabtu, 31 Januari 2026 17:31
LP2M UIN RIL Teken Kerja Sama Pendanaan Riset MoRALP2M UIN Raden Intan Lampung menandatangani kerja sama dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI terkait pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The Air Funds) Tahun 2026. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Oria, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (sumber: UIN Raden Intan Lampung)

JAKARTA — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) resmi menandatangani kerja sama dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terkait pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The Air Funds) Tahun 2026.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Oria, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Naskah perjanjian ditandatangani oleh Ketua LP2M UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, M.Ag., bersama Kepala Puspenma Kemenag RI, Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag.

Kerja sama ini menjadi landasan hukum pelaksanaan pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui rekomendasi Kementerian Agama RI. Program strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem riset keagamaan yang berkualitas, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.

Acara penandatanganan turut dihadiri Direktur Fasilitas Riset LPDP Kementerian Keuangan RI Dr. Ayom Widipaminto, S.T., M.T.; Kasubdit Litapdimas Dr. Nurkafid; Staf Ahli LPDP Purnama, M.H.; para kasubtim di lingkungan Puspenma; serta sejumlah Ketua LP2M Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Fasilitas Riset LPDP berharap hasil riset yang didanai melalui program MoRA The Air Funds memiliki dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Dr. Ayom juga menekankan peran LP2M dalam mengawal, mendampingi, dan mengawasi para periset, baik dalam penggunaan anggaran maupun capaian serta luaran riset.

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag RI menyampaikan bahwa dosen dan periset perlu terus meningkatkan literasi riset. Menurutnya, riset yang dilakukan harus mampu membumikan ilmu-ilmu keislaman sekaligus menjawab persoalan kebangsaan dan pembangunan.

Dr. Ruchman juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dana riset secara profesional, terkontrol, aman, dan bebas dari temuan. Karena itu, para periset diminta memedomani petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Perjanjian kerja sama ini mengatur secara rinci ruang lingkup kerja sama, nilai serta mekanisme pencairan pendanaan, jangka waktu pelaksanaan riset selama 12 bulan untuk setiap periode, hingga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seluruh proses pengajuan, pencairan dana, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan melalui sistem informasi manajemen riset LPDP pada platform eRISPRO.

Ketua LP2M UIN RIL, Prof. Kumedi, menyatakan kesiapan LP2M untuk mengawal dan mendampingi para periset dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami siap mengawal dan mendampingi para periset UIN RIL. Seluruh kegiatan riset akan dilaksanakan sesuai indikator kinerja, ketentuan pelaporan, serta prinsip transparansi yang mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, UIN Raden Intan Lampung memiliki lima tim peneliti yang berhasil memperoleh bantuan pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds).

“Alhamdulillah, tahun ini UIN RIL memiliki lima tim yang berhasil mendapatkan bantuan pendanaan Riset Indonesia Bangkit. Semoga ke depan jumlah periset UIN RIL yang lolos program ini terus bertambah sehingga dapat mengangkat nama baik UIN RIL yang tumbuh dan mendunia,” kata Prof. Kumedi.

Prof. Kumedi juga menyampaikan informasi dari Kepala Puspenma Kemenag RI bahwa sekitar April 2026 akan kembali dibuka pengajuan proposal bantuan pendanaan Riset Indonesia Bangkit.

“Untuk itu, saya mengajak para dosen agar mulai mempersiapkan proposal terbaiknya sambil menunggu pengumuman resmi dari Kepala Puspenma,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan riset MoRA The Air Funds tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan sukses.

“Semoga riset yang dilaksanakan menghasilkan luaran yang berdampak, baik bagi lembaga, masyarakat, maupun bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Bagikan

RELATED NEWS