Kajati Lampung bersama Bupati Lamsel Pastikan Program MBG di Natar Tepat Sasaran
Eva Pardiana - Kamis, 16 Juli 2026 15:08
Proses distribusi MBG di salah satu kelas di SMP 1 Natar pada Kamis (16/7/2026). (sumber: Eva Pardiana/Kabar Siger)LAMPUNG SELATAN – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Natar, Kamis (16/7/2026).
Peninjauan dilakukan di SD Negeri 1 Candimas, SMP Negeri 1 Natar, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Candimas. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tepat sasaran, serta memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan Erma Yusneli, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Suci Wijayanti, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan memantau secara menyeluruh proses penyelenggaraan Program MBG, mulai dari pengolahan dan pengemasan makanan di SPPG, penerapan standar kebersihan dan higienitas, hingga ketepatan waktu distribusi makanan ke sekolah sebelum diterima para siswa.
- Telkomsel Hadirkan Halo Optima, Solusi Pascabayar Kuota hingga 300 GB
- Bio Farma Gandeng PGN Group Manfaatkan CNG di Fasilitas Produksi
- PGN Area Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda
Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo mengatakan Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas.
"Kejaksaan bersama pemerintah daerah mendukung penuh program ini sebagai mitra strategis pemerintah. Hari ini kami turun langsung ke sekolah dan SPPG untuk melihat kondisi riil di lapangan, memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP dan tepat sasaran," ujar Danang.
Menurut Danang, pemantauan tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan yang dilakukan Kejaksaan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG.
"Kami ingin memastikan program ini berjalan maksimal di seluruh daerah. Karena itu, pemantauan akan dilakukan secara berkala agar setiap kekurangan dapat segera diperbaiki dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tambahnya.
- PTPN I Perkuat Kemitraan, Petani Jember Raup Manfaat Ganda
- PGN Sabet Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026
- Asah Kemampuan Jurnalis, BI Lampung Gelar Capacity Building Berita Ekonomi
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lampung Selatan telah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
"Secara mayoritas alhamdulillah semuanya sudah berjalan sesuai ketentuan. Memang masih ada beberapa hal yang sifatnya minor dan perlu ditingkatkan oleh pengelola. Itu sudah menjadi catatan kami bersama Kajati, Kajari, dan Ketua DPRD untuk segera ditindaklanjuti," kata Bupati Egi.
Bupati Egi meminta pengelola SPPG segera menyampaikan hasil evaluasi kepada pihak yayasan sebagai dasar perbaikan layanan. Ia juga mendorong adanya inovasi dan variasi menu dengan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari daerah lain agar kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lampung Selatan terus meningkat.
MBG Ciptakan Kesetaraan
Kepala SMP Negeri 1 Natar, Eva Yusnelita mengungkapkan bahwa Program MBG memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta didik di sekolahnya yang berjumlah 1.193 siswa. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menciptakan kesetaraan karena seluruh siswa memperoleh makanan dengan menu yang sama, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.
"Program MBG sangat dirasakan manfaatnya oleh 1.193 siswa kami. Tidak semua siswa mendapatkan uang jajan atau bekal yang memadai dari orang tuanya. Dengan adanya MBG, seluruh siswa bisa menikmati makanan yang sama sehingga mereka lebih semangat mengikuti kegiatan belajar," ujar Eva.
- Jasa Raharja Dorong Integrasi Data Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan
- Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional
- Pupuk Indonesia Raup Rp8,51 Triliun, Supervisi di Bawah Danantara Berbuah Hasil
Ia mengakui masih terdapat sejumlah masukan dari siswa terkait variasi menu maupun cita rasa makanan. Namun, menurutnya, pengelola SPPG menunjukkan respons yang cepat dan terbuka terhadap setiap evaluasi yang disampaikan pihak sekolah. "Kalau ada masukan seperti sayur yang kurang sesuai selera atau buah yang kurang diminati siswa, pihak SPPG langsung melakukan perbaikan. Sikap kooperatif ini menjadi modal penting agar kualitas layanan MBG terus meningkat," katanya.
Hal senada disampaikan salah seorang siswa SMP Negeri 1 Natar, Farir Fernando. Ia mengaku Program MBG sangat membantu dirinya, baik dalam memenuhi kebutuhan makan siang maupun menghemat pengeluaran harian. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan di sekolah, sebagian uang jajannya kini dapat disisihkan untuk ditabung.
"Sangat membantu. Biasanya uang jajan saya Rp10 ribu sehari. Sejak ada MBG, saya bisa menyisihkan sekitar Rp5 ribu untuk ditabung," ungkap Farir.
Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Kejaksaan Tinggi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan optimal, sesuai standar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan kesejahteraan peserta didik di Kabupaten Lampung Selatan. (ep)

