JAPFA Perluas Program Peningkatan Gizi Anak di Lampung, Jangkau 13.400 Siswa

Eva Pardiana - Kamis, 30 Juli 2026 16:04
JAPFA Perluas Program Peningkatan Gizi Anak di Lampung, Jangkau 13.400 SiswaHead of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti. (sumber: Kabar Siger)

BANDAR LAMPUNG – Pemenuhan gizi anak masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur.

Sebagai bentuk komitmen membantu meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) terus menjalankan program JAPFA for Kids. Tahun ini, perusahaan kembali memperluas pelaksanaan program di Provinsi Lampung sekaligus memperkuat kolaborasi dengan media melalui kegiatan Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 bertema 18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa yang digelar di Aston Lampung City Hotel, Kamis (30/7/2026).

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, mengatakan Lampung menjadi salah satu wilayah pelaksanaan JAPFA for Kids sejak program tersebut pertama kali diluncurkan pada 2008. Komitmen itu terus berlanjut di berbagai kabupaten dan kembali diperluas pada tahun ini.

"Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan pendekatan terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat badan dan tinggi badan melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA," ujar Retno Artsanti.

Menurutnya, program tersebut juga dilengkapi edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala untuk memastikan dampaknya dapat diukur secara konsisten.

Retno berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh manfaat dari program tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Sejak dimulai pada 2008, JAPFA for Kids di Lampung telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten, yakni Lampung Tengah dan Lampung Timur pada 2008, Lampung Selatan pada 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada 2012, Pesawaran pada 2013, Lampung Timur pada 2015, Lampung Tengah pada 2016, serta kembali di Lampung Selatan pada 2019.

Pada 2026, program ini kembali dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan dengan menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru. Secara keseluruhan, JAPFA for Kids telah menjangkau 69 sekolah dengan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung.

Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 bertema 18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa yang digelar di Aston Lampung City Hotel, Kamis (30/7/2026). | Foto: Kabar Siger

Social Investment Supervisor JAPFA, ST Khumaidah, menjelaskan program JAPFA for Kids berfokus pada pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan kepada anak dengan status malagizi.

Selain itu, seluruh siswa di sekolah dampingan dipantau berat badan dan tinggi badannya setiap bulan melalui aplikasi JAPFA for Kids. Program ini juga menanamkan kebiasaan hidup sehat melalui Hari Sehat JAPFA yang dilaksanakan satu kali setiap pekan.

"Kegiatan Hari Sehat JAPFA meliputi senam Empat Pilar Gizi Seimbang, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, pemeriksaan kebersihan kuku, makan bekal bersama, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan setiap bulan yang datanya diinput ke dalam aplikasi JAPFA for Kids," jelas Khumaidah.

Berdasarkan data pemantauan JAPFA di tujuh lokasi pelaksanaan program sepanjang 2024, sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Temuan tersebut menunjukkan persoalan malagizi masih memerlukan upaya yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak.

Secara nasional, hingga 2026, JAPFA for Kids telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi di Indonesia.

Program ini juga menunjukkan hasil positif. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau setara 51,5 persen. Sementara pada 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5 persen.

Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026

Dalam kesempatan tersebut, JAPFA juga kembali menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 untuk ketiga kalinya. Mengusung tema "18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan", kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Penilaian AKJJ 2026 melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang, yakni jurnalis senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H.

"Kami berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mengangkat data, fakta, dan praktik baik dari lapangan sehingga dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Kolaborasi dunia usaha, media, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga menjadi fondasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas," tutup Retno. (*)

RELATED NEWS