Program Satu Telur Sehari Alfamart Harapan Baru Cegah Anak Stunting

Yunike Purnama - Jumat, 24 Juli 2026 13:48
Program Satu Telur Sehari Alfamart Harapan Baru Cegah Anak StuntingProgram Satu Telur Sehari Alfamart Harapan Baru Cegah Anak Stunting di Momen Hari Anak Nasional (sumber: Ist)

PESAWARAN – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui edukasi gizi bagi orang tua sebagai bagian dari pemenuhan hak anak untuk tumbuh sehat dan optimal.

Semangat tersebut tampak di Balai Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung, Kamis (23/7). 

Sebanyak 85 balita bersama orang tua antusias mengikuti edukasi gizi yang menghadirkan narasumber dari ahlinya. Anak - anak penerima manfaat mencakup enam desa, yaitu Desa Sukaraja, Sukadadi, Gedong Tataan, Karang Anyar, Pampangan, dan Way Layap yang mana merupakan sekaligus sasaran distribusi penyaluran telur selama enam bulan di Kabupaten Pesawaran.

Di balik suasana yang hangat, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.

Melalui penyempurnaan Program Satu Telur Sehari (STS), Alfamart tidak hanya memberikan intervensi pemenuhan gizi berupa satu butir telur setiap hari selama enam bulan. 

Program ini juga diperkuat dengan edukasi gizi kepada orang tua untuk meningkatkan pemahaman mengenai pola asuh dan pola makan yang tepat, sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Pelaksanaan Program Satu Telur Sehari pada 2026 menjadi yang terbesar sejak pertama kali digulirkan pada 2022. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah penerima manfaat, cakupan wilayah, serta alokasi telur yang disalurkan. Selama enam bulan, mulai Mei hingga Oktober 2026, Alfamart menjangkau 2.700 anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan total alokasi lebih dari 510.000 butir telur.

Menyemai Pemahaman di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Alfamart meyakini bahwa pemenuhan gizi anak tidak akan berdiri optimal tanpa ditopang oleh pemahaman orang tua mengenai pentingnya periode emas pertumbuhan. Karena itulah, sesi edukasi interaktif di Pesawaran menghadirkan para ahli untuk membekali para ibu dengan pengetahuan praktis.

Hadir memberikan pandangan mendalam, Ketua DPD IPeKB Provinsi Lampung, Dra. Mariyati, menekankan pentingnya pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode kritis sejak awal masa konsepsi hingga anak berusia dua tahun.

"Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah jendela peluang emas yang tidak akan terulang. Pada masa inilah otak dan organ vital anak berkembang sangat pesat. Mencegah stunting bukan hanya soal memberi makan, melainkan menerapkan tiga pilar pengasuhan utama: Asah melalui stimulasi mental yang tepat, Asih dengan memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta Asuh melalui pemenuhan gizi seimbang, imunisasi lengkap, dan menjaga kebersihan lingkungan," papar Dra. Mariyati di hadapan para peserta.

Beliau menambahkan bahwa pengasuhan yang responsif dan penuh kasih dari orang tua di rumah akan memaksimalkan penyerapan nutrisi yang diterima anak, sehingga pembentukan kualitas sumber daya manusia sejak dini dapat terwujud secara holistik.

Bedah Rahasia Telur: Nutrisi Komplit untuk Otot dan Otak

Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi Puskesmas Gedong Tataan, Yulies Fitriani, S.Gz, membedah secara teknis alasan di balik pemilihan telur sebagai komoditas utama dalam intervensi gizi Program STS. Menurutnya, telur merupakan bahan pangan bernilai gizi tinggi yang sangat efisien dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Telur sering disebut sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang begitu lengkap dan padat. Untuk pertumbuhan fisik anak, telur menyediakan protein bernilai biologis tinggi serta leusin yang sangat optimal diserap tubuh untuk membentuk jaringan otot dan jaringan tubuh lainnya," jelas Yulies Fitriani, S.Gz.

Lebih lanjut, Yulies menjelaskan manfaat luar biasa telur terhadap perkembangan daya ingat dan saraf anak, “Satu butir telur mengandung Kolin. Kolin ini adalah bahan baku utama pembentukan asetilkolin, yaitu senyawa neurokimia yang berperan penting dalam mendukung perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, dan sistem saraf otak balita,” tambahnya.

Komitmen Berkelanjutan

Perjalanan Program STS Alfamart adalah kisah tentang pertumbuhan yang konsisten. Dari 177.000 butir telur untuk 1.000 anak di 10 kabupaten/kota pada 2022, program ini berkembang pesat hingga melayani 2.700 anak di 39 daerah pada 2026.

Namun, pencapaian sesungguhnya terletak pada perubahan kondisi fisik anak-anak tersebut. General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, membagikan cerita mengejutkan di balik evaluasi program tahun sebelumnya.

"Dari hasil monitoring internal kami di tahun 2025, sebanyak 72 persen anak penerima manfaat berhasil mengalami peningkatan berat badan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa ketika nutrisi tepat diberikan dan didampingi pola asuh yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh lebih sehat," ungkap Rani Wijaya.(*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS