Intervensi Kunci Perubahan, Yayasan Satunama Fasilitasi Pembentukan Forum Disabilitas

Yunike Purnama - Sabtu, 29 November 2025 08:09
Intervensi Kunci Perubahan, Yayasan Satunama Fasilitasi Pembentukan Forum DisabilitasIntervensi Kunci Perubahan, Yayasan Satunama Fasilitasi Pembentukan Forum Disabilitas (sumber: Ist)

BANDAR LAMPUNG - Minimnya partisipasi penyandang disabilitas dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan publik mengakibatkan aspirasi dan kebutuhan mereka kurang tercermin dalam kebijakan dan program. 

Selain itu, jaringan antar okomunitas penyandang disabilitas ditingkat kota belum terbentuk secara sistematis dan mandiri, sehingga potensi kolaborasi, advokasi bersama, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan belum dimaksimalkan.

Yayasan Satunama kembali memfasilitasi penguatan keorganisasian organisasi penyandang disabilitas di Bandar Lampung, melalui pertemuan Pembentukan Perkumpulan Disabilitas Bandar Lampung di Hotel Emersia pada Senin (1/12) - Selasa (2/12).

Fasilitator Lapangan Yayasan Satunama Yogyakarta untuk Bandar Lampung Sely Fitriani mengatakan, peran kegiatan Ini sebagai intervensi kunci perubahan. Peserta yang hadir dari 34 komunitas disabilitas di Bandar Lampung.

"Kegiatan ini memfasilitasi pembentukan Perkumpulan Disabilitas Bandar Lampung, diposisikan sebagai titik awal dalam jalur perubahan yang lebih besar," kata Sely.

Alur perubahan yang dituju dari kegiatan ini antara lain, terbentuknya perkumpulan, meningkatnya kapasitas dan partisipasi komunitas penyandang disabilitas, masuknya aspirasi dan kebutuhan komunitas ke dalam Rencana Aksi Daerah Perlindungan Disabilitas (RAD PD) dan kebijakan daerah lainnya. 

Terlaksananya kebijakan inklusif yang responsif, terwujudnya perubahan sistemik dalam perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di tingkat kota.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar acara pembentukan organisasi, melainkan langkah strategis yang membuka peluang bagi transformasi kebijakan dan praktik inklusi yang lebih luas.

Keberhasilan awal perkumpulan ini akan menjadi fondasi bagi fase-selanjutnya, penyusunan rencana kerja perkumpulan, kolaborasi dengan OPD terkait,
Pengembangan mekanisme advokasi dan monitoring, dan kontribusi konkret perkumpulan terhadap penyusunan dan pelaksanaan RAD PD.

"Harapannya dengan terbentuknya perkumpulan penyandang disabilitas di Kota Bandar Lampung yang terstruktur, mandiri dan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam rangka memperkuat inklusi dan perlindungan hak penyandang disabilitas," ujar Sely. (*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS