Implementasi Kurikulum Merdeka, Guru Harus Aktif, Mandiri, dan Kreatif

Eva Pardiana - Jumat, 22 Juli 2022 19:58
Implementasi Kurikulum Merdeka, Guru Harus Aktif, Mandiri, dan Kreatif Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Eka Afriana saat memberikan sambutan dalam agenda Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Profil Pelajar Pancasila yang diselenggarakan oleh SMPN 26 Bandar Lampung, Jumat, 22 Juli 2022. (sumber: Kabar Siger)

BANDAR LAMPUNG — Guru memiliki peranan yang penting dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka. Sebab, dalam kurikulum terbaru ini, tenaga pendidik harus mandiri serta aktif mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru juga perlu melakukan asesmen untuk mengelompokkan siswa berdasarkan karakter. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Eka Afriana, didampingi Kabid Dikdas Mega Puri, saat memberikan sambutan dalam agenda Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan melalui In House Training (IHT) dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Profil Pelajar Pancasila yang diselenggarakan oleh SMPN 26 Bandar Lampung, Jumat, 22 Juli 2022.

Seperti diketahui, pada Kurikulum Merdeka, pengajaran akan berpusat pada peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan anak. Siswa akan dikelompokkan berdasarkan karakteristik, potensi, serta kebutuhan mereka, sehingga dibutuhkan asesmen, perencanaan, dan pembelajaran yang sangat menuntut keaktifan, kemandirian, dan kreativitas guru. 

Antusiasme peserta saat mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka di SMPN 26 Bandara Lampung, Jumat, 22 Juli 2020. 

Kadisdik Kota Bandar Lampung Eka Afriana menambahkan ia optimistis para guru di Bandar Lampung mampu menerapkan Kurikulum Merdeka. “Kita harus bisa menyikapi Kurikulum Merdeka ini secara bertahap. Guru mesti memiliki kreativitas dalam mengajar, anak harus aktif, guru juga harus memiliki alat peraga. Lalu, menggalakkan pelajaran praktik dan diskusi, sehingga pembelajaran bervariasi dan siswa tidak jenuh. Yang paling penting, guru harus menekankan nilai sopan santun atau akhlak kepada anak sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” katanya. 

Untuk itu, Eka Afriana berharap pelatihan ini dimanfaatkan para guru untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi seputar Kurikulum Merdeka. “Semangat, para guru. Sering-sering bertanya kepada narasumber. Berikan yang terbaik bagi anak-anak.  Doakan pula yang terbaik untuk guru se-Bandar Lampung,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMPN 26 Bandar Lampung Wasiat mengatakan agenda ini merupakan upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru untuk beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka. “Dengan kegiatan IHT ini, diharapkan para guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Merdeka dalam rangka membentuk profil pelajar Pancasila,” ucapnya.

Dalam kegiatan yang diikuti seluruh tenaga pendidik dan staf TU di SMPN 26 Bandar Lampung ini, bertindak sebagai narasumber adalah Kepala SMPN 2 Bandar Lampung Muhammad Badrun beserta tim yang menyampaikan soal penerapan Kurikulum Merdeka, termasuk cara menyusun modul pembelajaran. Materi kedua disampaikan oleh pengawas sekolah, Rima Susiana, tentang asesmen dalam Kurikulum Merdeka. Untuk hari kedua, rencananya bertindak sebagai pemateri adalah guru penggerak dari SMPN 26 Bandar Lampung, Hana Riana. Agenda ini dilakukan selama dua hari hingga Sabtu, 23 Juni 2022. (CA)
 

Editor: Eva Pardiana

RELATED NEWS