Hari Pertama Inacraft, UMKM Binaan Pertamina Transaksi Ekspor Rp150 Juta

Eva Pardiana - Kamis, 02 Maret 2023 06:31
Hari Pertama Inacraft, UMKM Binaan Pertamina Transaksi Ekspor Rp150 JutaUMKM Binaan Pertamina Woodeco Indonesia, berhasil mencatat transaksi ekspor produk ke Argentina sebanyak 1 kontainer kapasitas 20 feet senilai lebih dari Rp150 Juta, dalam ajang Inacraft 2023. (sumber: Dok. Pertamina)

JAKARTA – UMKM Binaan Pertamina  Woodeco Indonesia, berhasil mencatat transaksi ekspor produk ke Argentina sebanyak 1 kontainer kapasitas 20 feet senilai lebih dari Rp150 Juta, dalam ajang Inacraft 2023. Jumlah ini akan terus meningkat seiring keinginan pembeli untuk terus memesan dikarenakan ketertarikan akan kualitas produknya.

Adapun produk yang diekspor berupa peralatan makan, toiletries dan meja kayu, yang terbuat dari limbah industri furniture. Ekspor ini terwujud dihari perdana gelaran Inacraft 2023 pada Senin, 1 Maret 2023 di Balai Sidang Jakarta. Pada pameran yang diikuti lebih dari 1200 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tersebut, Woodeco sudah mendapatkan Purchase Order (PO) dan akan segera mengirim contoh produknya.

"Sebagai Mitra Binaan Pertamina, kami berterima kasih karena terus diberikan pendampingan mulai dari pelatihan, diskusi bisnis secara online, dan pameran seperti saat ini. Pertamina luar biasa, programnya mampu meningkatkan penjualan UKM binaan baik di pasar lokal maupun manca negara," ujar Agung Setiawan pemilik Woodeco Indonesia melalui siaran pers Pertamina, Selasa, 2 Maret 2023.

Agung bergabung menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2020. Pria asal Bantul Yogyakarta ini, juga salah satu pemenang Pertapreneur Agregator, yakni UKM yang dapat membangun rantai kolaborasi antar mitra binaan lainnya, dan bersinergi dalam mengembangkan inovasi, peningkatan kapasitas ESDM dan menembus pasar global.

Dengan transaksi awal yang membanggakan tersebut, Agung berharap agar pengalaman ekspornya dapat mendorong UKM binaan Pertamina yang lain maju dan berkembang untuk mendukung peningkatan ekspor produk Indonesia ke luar negeri khususnya Amerika Serikat dan Amerika Latin.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun dua pascapandemi Pertamina mengikuti ajang Inacraft. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pertamina untuk mendukung kemajuan UMKM pasca pandemi Covid-19, dimana Inacraft diharapkan dapat menjadi akselerator peningkatan UMKM dalam memperluas pasar, baik di tingkat retail maupun ekspor,” jelas Fadjar.

Fadjar berharap ajang seperti ini akan terus dilaksanakan, untuk kemudian mitra binaan Pertamina bisa semakin berkembang, lebih dikenal lagi produknya oleh masyarakat, serta meningkat omzetnya dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, Pertamina mengikutsertakan 24 UMKM mitra binaan terbaik yang telah mengikuti proses kurasi untuk memamerkan produknya di Inacraft 2023. Selain itu 6 UMKM mitra binaan lainnya mengikuti pameran secara mandiri.  Produk unggulan berasal dari seluruh wilayah Indonesia, seperti Palembang, Tasikmalaya, Depok, Garut, Kudus, Sleman, Semarang, Pekalongan, Surabaya, Denpasar, Ginyar, Lombok, Balikpapan, dan Palangkaraya.

Produk yang dihadirkan antara lain kain songket dari Azizah, batik Pekatan, Muria , Larissa, Joglo Ayu Tenan,  DnL Dewi Batik. Produk fashion dari Cap Bali, Namira Ecoprint, dan Asia Garment Internasional, aneka produk craft dari Woodeco Art dan Arara Art, Lyka, Arara Art, Klabat Craft  Khula, Iwatik, Ida Utama, Indang Apang, Kemala Handmade, Atap Konjo, dll.  Dan produk perawatan dari Bali Ayu.

Untuk mendorong minat pengunjung, Pertamina juga mengadakan serangkaian aktiviasi dan promo di Booth Inacraft Hall A, JHCC. Antara lain aktivasi di sosial media, voucher BBK untuk pembelanjaan produk UMKM minimal Rp 1 juta tanpa kelipatan, serta  flash sale pada saat penutupan Inacraft pada 5 Maret 2023.

Pembinaan UMKM melalui keikutsertaan dalam pameran merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, sekaligus dukungan Pertamina dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) ke-8, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak. (*)

RELATED NEWS