Gubernur Mirza: Jangan Ada UMKM yang Bergerak Sendiri
Redaksi Daerah - Senin, 20 April 2026 16:12
Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi pelaku UMKM di Provinsi Lampung yang digelar di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026). (sumber: Adpim Pemprov Lampung)BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan menyeluruh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi pelaku UMKM di Provinsi Lampung yang digelar di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).
Menurut Mirza, UMKM perlu didukung melalui akses permodalan, perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, hilirisasi komoditas, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) agar mampu tumbuh berkelanjutan, berdaya saing, dan naik kelas.
- Indosat dan REI Sumsel Hadirkan HiFi Air di Area Perumahan
- KWT Sleman Ini Buka Peluang Ekonomi Lewat Lidah Buaya Berkat BRI
- Cicilan Ringan, Kartu Kredit BRI Bikin Traveling Lebih Nyaman
Kegiatan bertema “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung” tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pengembangan UMKM agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.
“Jangan ada UMKM yang bergerak sendiri, berjuang sendiri, dan memasarkan sendiri. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.
Gubernur menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 498 ribu UMKM di Provinsi Lampung yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan mayoritas pelaku didominasi perempuan.
Lampung juga memiliki potensi komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan pisang yang selama ini banyak diolah menjadi produk turunan. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimaksimalkan, terutama dari sisi pemasaran dan manajemen usaha.
Ia menyoroti keterbatasan jaringan pemasaran serta peningkatan kualitas produk yang masih menjadi tantangan utama, meski banyak pelaku UMKM memiliki target menembus pasar nasional hingga global.
Selain itu, potensi pasar dinilai besar dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 24,7 juta orang sepanjang 2025. Kondisi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan produk lokal.
Gubernur juga menyoroti masih tingginya penjualan komoditas dalam bentuk mentah yang mencapai 70 persen. Ia mendorong hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk melalui peran UMKM.
- Perumda Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4
- Walini Pangalengan Cross Country 2026 Dorong Sport Tourism
- PLN Nusantara Power Group di Provinsi Lampung Meraih Proper Hijau
Menurutnya, penguatan UMKM dapat menjadi solusi cepat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan menunggu industrialisasi skala besar. Dengan peningkatan kualitas SDM, UMKM dinilai mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Untuk itu, pelaku UMKM perlu dibekali keterampilan pengelolaan keuangan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran modern, serta didorong untuk membuka pasar baru dan memperluas jaringan usaha.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk AI, sebagai alat untuk meningkatkan daya saing produk.
Gubernur optimistis, dengan adaptasi teknologi dan penguatan SDM, UMKM Lampung mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen.
Sebanyak 220 pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut. Gubernur berharap para peserta dapat menjadi pelopor UMKM unggulan di Lampung serta menginspirasi pelaku usaha lainnya. (PL)

