Gubernur Lampung Hadiri Panen Raya TNI, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Eva Pardiana - Jumat, 17 Juli 2026 15:38
Gubernur Lampung Hadiri Panen Raya TNI, Dorong Swasembada Pangan NasionalGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026) (sumber: Pemprov Lampung)

LAMPUNG TENGAH – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.

Panen raya di Lampung menjadi bagian dari pelaksanaan Panen Raya TNI Serentak di 43 titik di seluruh Indonesia yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Secara nasional, kegiatan tersebut meliputi panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi, serta panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi. Program ini merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap penguatan ketahanan pangan melalui pendampingan sektor pertanian di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Presiden juga menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak hanya berperan menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan, termasuk mendukung peningkatan produksi pangan.

"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan, pemerintah sebelumnya telah menggelar panen raya jagung bersama Polri pada 16 Mei 2026. Sementara Panen Raya TNI kali ini mencakup komoditas padi, kedelai, dan tebu.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," katanya.

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian sejak pemerintahan Presiden Prabowo telah memperkuat pengawalan program kedaulatan pangan, mulai dari proses produksi hingga pascapanen.

Menurutnya, pendampingan tersebut turut memastikan distribusi pupuk berjalan baik, jadwal tanam lebih tepat, serta menjaga stabilitas harga hasil panen.

"Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri," ujar Gubernur.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan di sejumlah wilayah pertanian.

"Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," kata Gubernur Mirza. (pl)

RELATED NEWS