Gerai Giant Resmi Tutup Permanen

Yunike Purnama - Minggu, 01 Agustus 2021 08:56
Gerai Giant Resmi Tutup Permanen (sumber: null)

Kabarsiger.com, BANDARLAMPUNG - Seluruh gerai Giant resmi tutup permanen hari ini. Setelah sebelumnya PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memutuskan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.

HERO akan mengubah beberapa gerai Giant menjadi IKEA dan Hero Supermarket. HERO juga akan memokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall mengatakan, sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Adapun Gerai Giant lainnya dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung.

"Selain itu, PT Hero Supermarket Tbk. juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket," kata dia dilansir dari Okezone.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada karyawan dan pelanggan, serta mitra bisnis yang telah mendukung bisnis Giant selama ini. Patrick juga memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan baik, serta memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis.

"Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk. dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan," tuturnya.

Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Diky Risbianto membenarkan bahwa seluruh gerai Giant ditutup akhir Juli. Dengan demikian, pada awal Agustus gerai Giant tutup permanen.

"Sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," kata dia.

Menyusul pengumuman perubahan pendekatan strategis PT Hero, Perseroan bermaksud untuk mengubah beberapa toko Giant menjadi IKEA dan Hero Supermarket.

Perseroan terus melakukan diskusi aktif dengan pihak ketiga sehubungan dengan divestasi sejumlah toko dan properti yang dimiliki yang diharapkan transaksi tersebut dapat selesai pada kuartal ketiga.

Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan aset akan memberikan PT Hero pendanaan untuk mendukung inisiatif pertumbuhannya di masa depan.

Sepanjang Tahun 2020 Rugi Rp1.21 triliun

Guncangan dari dinamika bisnis yang dijalani Hero Supermarket sudah dapat dilihat di sepanjang tahun 2020 lalu. Di mana PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tercatat membukukan rugi tahun berjalan yang sangat dalam.

Mengutip laporan keuangan Hero Supermarket per Desember 2020, terlihat bahwa HERO telah mencatakan kerugian hingga Rp1.21 triliun, atau anjlok hingga 4.203 persen dibandingkan rugi pada tahun sebelumnya yang hanya Rp28.21 miliar.

Pendapatan dari induk usaha Hero Supermarket dan Giant ini pun amblas hingga 26.98 persen menjadi Rp8.89 triliun, dari posisi di tahun 2019 yang mencapai sebesar Rp12.18 triliun.

Tercatat, segmen penjualan makanan pun mengalami penurunan yang paling besar yakni mencapai 32.67 persen yoy menjadi Rp6.05 triliun. Sementara itu, penjualan barang non-makanan pun turun 10.98 persen secara yoy menjadi Rp2.84 triliun.

Di akhir tahun 2020, jumlah aset HERO tercatat senilai Rp4.83 triliun, menyusut 20.08 persen dibandingkan akhir tahun 2019 yang sebesar Rp6.05 triliun.(*) 

Editor: Yunike Purnama
Tags giant tutupBagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS