Dosen Sejarah UIN RIL Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae

Eva Pardiana - Rabu, 11 Maret 2026 19:19
Dosen Sejarah UIN RIL Luncurkan Buku Historia Magistra VitaeDr. Abd Rahman Hamid, meluncurkan buku terbarunya berjudul Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah secara daring, Senin (11/3/2026). (sumber: UIN Raden Intan Lampung)

BANDAR LAMPUNG – Dosen Sejarah sekaligus Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Dr. Abd Rahman Hamid, meluncurkan buku terbarunya berjudul Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah secara daring, Senin (11/3/2026).

Peluncuran buku ini diselenggarakan oleh Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Larasan, Bali.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. Tiga akademisi hadir sebagai pembahas, yakni Prof. Dr. Budi Agustono, M.S. dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Teuku Kemal Fasya dari Universitas Malikussaleh Aceh, serta Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D. dari Universitas Negeri Malang. Diskusi dipandu oleh dosen sejarah USU, Lestari Dara Cinta Utami Ginting, S.S., M.A.

Buku ini merupakan karya terbaru Abd Rahman Hamid setelah sebelumnya menerbitkan Makassar Mendunia pada tahun lalu melalui penerbit yang sama. Karya tersebut juga telah didiskusikan di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Dalam buku terbarunya, Hamid mengangkat berbagai tema kebangsaan, mulai dari peran kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, wacana kemaritiman, hingga dinamika kebudayaan dan sejarah Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memiliki relevansi dengan kehidupan masa kini dan masa depan.

“Sejarah menyimpan pengalaman yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan. Tidak ada kejadian tanpa sebab di masa lalu,” ujarnya.

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk memahami pengalaman hidup bangsa secara reflektif dan kritis guna menumbuhkan kesadaran serta semangat kebangsaan.

Kegiatan peluncuran berlangsung lancar dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta pegiat sejarah dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. (*)

RELATED NEWS