Diminati Pasar Amerika Serikat, Eropa dan Arab Saudi, Menteri BUMN Dorong PTPN XII Genjot Produksi Kopi Arabika

Chairil Anwar - Jumat, 18 Oktober 2019 22:17
Diminati Pasar Amerika Serikat, Eropa dan Arab Saudi, Menteri BUMN Dorong PTPN XII Genjot Produksi Kopi ArabikaMenteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi perkebunan kopi Kalisat Jampit milik PTPN XII di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (18/10/2019). (sumber: bumn.go.id)

Kabarsiger.com, Jawa Timur -- Menteri NUMN Rini M. Soemarno mendorong PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) untuk meningkatkan produksi kopi arabika, pasalnya kopi arabika milik PTPN diminati pasar luar negeri.


Hal ini disampaikan Menteri Rini usai mengunjungi perkebunan kopi Kalisat Jampit milik PTPN XII di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (18/10/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rini melihat proses produksi kopi arabika, mulai dari pemilihan biji kopi oleh petani hingga proses pengeringan biji kopi dan siap ekspor.

Menurutnya, kualitas kopi Arabica milik PTPN XII ini sangat bagus, namun belum menjadi fokus bisnis perseroan. 

“Ini yang saya tekankan ke PTPN XII bisa mengonsentrasikan tanaman kopi ini. Karena kopi ini diminati secara internasional. Harganya jauh lebih bagus dibandingkan produksi kopi di PTPN yang lain,” ujar Rini dalam keterangan tertulis dari Kementerian BUMN.

Rini menegaskan proses pemupukan dalam tanaman kopi ini harus dijaga dengan baik. Sehingga, produksi kopi Arabica semakin meningkat dan bisa diekspor ke pasar luar negeri. Untuk saat ini, kopi arabica PTPN XII diminati pasar Amerika Serikat, Eropa dan Arab Saudi.

Kebun Kalisat Jampit ini mampu memproduksi 1.000 ton kopi arabika per tahun. Diproduksi dengan pengelolaan budidaya dan diolah secara wash and wet process serta jaminan kualitas Utz Certified, menjadikan Java coffee ini sebagai specialty arabica coffee yang telah terdaftar di Amerika dan dikenal dengan Java Coffee Jampit, Java Coffee Blawan, Java Coffee Kayumas, dan Java Coffee Pancoer.

Menteri Rini pun meminta manajemen PTPN XII untuk menfokuskan produksi kopi dan meningkatkan kualitasnya. Sehingga, kopi asal Indonesia bisa menjadi primadona di pasar internasional.

Selain itu, Rini mendorong agar manajemen turut menyejahterakan para petani kopi. Sebab, para petani kopi memiliki kemampuan untuk memilih biji kopi dengan kualitas terbaik.

“Itu satu hal yang harus dihargai. Karena memilih kopi yang tepat menjadikan harga yang kompetitif,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Kebun Kalisat Jampit juga sedang disiapkan untuk menjadi salah satu tempat pengembangan sapi perah dan pakan ternak PTPN XII. Pengembangan ini merupakan batu loncatan untuk masuk bisnis turunan lainnya seperti sapi potong, susu segar, keju, dan pupuk organik.

Pengembangan bisnis sapi perah ini sangat bagus didukung potensi besar PTPN XII berupa sumber mata air yang cukup, lahan perkebunan yang luas, serta ketinggian dan iklim yang cocok. 

Bisnis tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan nasional serta menambah pendapatan PTPN XII disamping bisnis komoditas utama yakni kopi, kakao, karet, teh serta gula. (*)

Bagikan
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Lihat semua artikel

RELATED NEWS