Akun Joki Grab Marak di Pontianak, Ratusan Mitra Gruduk Minta Kejelasan
Chairil Anwar - Kamis, 30 Januari 2020 01:01
Logo Grab (sumber: Tangkapan layar aplikasi Grab)Kabarsiger.com, Pontianak -- Ratusan driver Grab Bike Pontianak menggeruduk Kantor Grab Cabang Pontianak, Rabu (29/1). Dalam aksi ini mereka menuntut beberapa hal, di antaranya penukaran akun joki menjadi akun atas nama sendiri, serta ditiadakannnya performa untuk layanan grab food di mana resto yang dipesan tutup.
Salah satu driver penggagas aksi, Tangke S Rerung menjelaskan driver pengguna akun atas nama orang lain (akun joki) di Pontianak cukup banyak. Meski menyadari penggunaan akun joki tidak dibenarkan secara etik, ia menyebut tidak penah ada larangan atau upaya pencegahan dari pihak manajemen Grab sejak awal.
"Kawan-kawan (driver Grab) di Pontianak banyak yang menggunakan akun joki. Memang sih secara kode etik dan undang-undang hukum dilarang menggunakan data orang lain. Tapi dari pihak manajemen Grab pun tidak mencegah dari awal," jelas Tangke.
Setelah verifikasi wajah diimplementasikan, Tangke menyebut banyak driver yang kesulitan sehingga terpaksa offbid karena akun dibekukan.
"Setelah membludak pengguna akun joki ini, tiba-tiba ada aturan verifikasi muka (wajah). Memang verifikasi muka ini baik untuk keamanan, tapi bagaimana nasib kawan-kawan yang sudah terlanjur banyak pakai akun joki? Itu yang mereka minta. Minta solusi agar mereka bisa tetap beroperasi," paparnya.
Menurut Tangke, driver pengguna akun joki biasanya menggunakan akun milik teman atau anggota keluarga, ada pula yang membelinya dari oranglain dengan harga bervariasi.
"Ada yang pinjam punya keluarga. Ada yang beli dengan harga suka sama suka. Harga pastinya enggak ada. Ada Rp1,2 juta ada yang Rp800 ribu. Rata-rata belinya sudah lama sebelum adanya verifikasi muka. Itu modal mereka untuk cari nafkah buat keluarga," katanya.
Tangke berharap pihak Grab bisa merubah akun yang mereka pakai saat ini menjadi atas nama sendiri, atau memberi kemudahan untuk membuat akun baru. Jika tidak, akan banyak driver yang kehilangan mata pencahariannya.
Selain soal akun joki, para driver juga meminta Grab meniadakan performa untuk layanan Grab Food yang dicancel (baik oleh penumpang atau driver) karena restoran tutup.
"Saat resto tutup, kita sudah konfirmasi ke pemesan, lalu di cancel. Nah pengencelan ini membuat performa turun. Padahal driver sudah melapor ke operator, sudah mengirim bukti foto resto yang tutup, tapi tetap performa turun," ujar Tangke.
Orderan GrabFood Ganda
Masalah lain yang dialami driver Grab, mereka kerap mendapatkan orderan double untuk Grab Food yang disebabkan kesalahan sistem. Jika mengalami hal ini, driver harus datang melapor ke kantor Grab dan meminta klaim atas kesalahan sistem tersebut.
"Kalau double, kita melapor ke kantor Grab, diklaim. Sejauh ini masih mau kantor Grab bayar klaim kita, karena kesalahan sistem," pungkasnya.
Para driver Grab yang menggelar aksi berharap tututan mereka dapat disampaikan langsung kepada pihak pengambil kebijakan, namun hanya diterima oleh divisi humas. Sambil menunggu tututan mereka dikabulkan, para driver memilih offbid selama dua hari ke depan.
"Kita sudah selesai aksi, tapi pimpinannya katanya lagi cuti. Sudah kita sampaikan semoga segera dapat jawaban. Sementara dua hari nanti offbid," kata Tangke.
Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait aksi driver Grab Bike di Pontianak ini, Public Relations Grab Indonesia, Andre Sebastian belum bisa memberikan keterangan.
"Saya coba cek dulu ya," jawab Andre singkat saat dihubungi via pesan Whatsapp, Rabu (29/1).

