4 Jenis Investasi yang Layak Dicoba untuk Dapatkan Pemasukan Tambahan

Yunike Purnama - Jumat, 05 Maret 2021 22:59
4 Jenis Investasi yang Layak Dicoba untuk Dapatkan Pemasukan TambahanIlustrasi investasi. (sumber: Pixabay)

Kabarsiger.com - Sumber pendapatan setiap bulannya bisa datang darimana saja. Setidaknya ada dua kelompok sumber pendapatan yang bisa dihasilkan yaitu active income dan passive income.

Active income adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil bekerja yang dilakukan. Sementara passive income adalah pendapatan yang didapat dari pekerjaan yang tidak Anda lakukan secara langsung. Salah satu sumber passive income adalah investasi.

Investasi sendiri ada banyak jenisnya. Berikut ini ada empat jenis investasi yang bisa dicoba, seperti dirangkum Kabarsiger dari berbagai sumber:

Reksa Dana

Investasi reksa dana akhir-akhir menjadi tren di kalangan milenial khususnya pemula. Sebab, reksa dana dianggap sudah cukup menjanjikan untuk menghasilkan keuntungan hanya dengan modal yang sangat kecil. Beberapa penyedia reksa dana menawarkan modal hanya berawal dari puluhan ribu saja.

Namun sebelum memutuskan memilih investasi reksa dana, penting untuk memahami masing-masing jenis reksa dana. Ada tiga jenis reksa dana yaitu reksa dana pasar uang yang resikonya paling kecil dan cocok untuk investasi jangka pendek.

Kemudian ada reksa dana pendapatan tetap yang cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah. Selanjutnya reksa dana campuran yang resikonya semakin besar. Terakhir ada reksa dana saham dengan resiko tertinggi dan cocok untuk yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Dibandingkan reksa dana, deposito lebih lama dikenal sebagai alat investasi. Deposito ini biasa dilakukan di bank dan digunakan untuk jangka waktu tertentu seperti 6 bulan, 1 tahun, dan seterusnya.

Jika sudah memiliki perencanaan keuangan yang matang dalam jangka waktu tersebut, maka cocok untuk memiliki deposito. Misalkan dalam dua tahun lagi anak akan masuk sekolah, biaya sekolah bisa disiapkan dari sekarang. Keuntungan dari deposito antara lain yaitu karena suku bunga yang tinggi.

Suku bunga yang ditawarkan oleh bank pada umumnya lebih besar pada deposito daripada tabungan biasa. Inilah yang membuat deposito dianggap lebih menguntungkan daripada menabung biasa di bank.

Obligasi negara

Satu alat investasi lain yang dinilai cukup aman yaitu obligasi negara. Arti dari obligasi sendiri yaitu surat utang jangka menengah hingga panjang yang diperjualbelikan.

Di dalamnya ada sebutan kupon atau bunga yang akan dibayarkan oleh penerbit atau dalam hal ini negara. Pertumbuhan investasi yang dimiliki oleh obligasi cukup stabil sehingga cukup menggiurkan untuk dilirik. Apalagi, jenis investasi yang satu ini cukup fleksibel untuk diakses sewaktu-waktu. K

Modal dalam investasi ini akan cenderung stabil sehingga modal awal dapat dipertahankan. Selain itu, bisa juga menjual obligasi lebih tinggi dari harga beli sehingga cukup menguntungkan.

Funding di Fintech

Terakhir ada jenis investasi funding di fintech atau financial technology. Ketenaran fintech akhir-akhir ini bisa dijadikan pilihan sebagai alat investasi. Penggunaan teknologi membuat siapapun semakin mudah untuk melakukannya.

Modal yang perlu dikeluarkan untuk jenis investasi ini pun bisa dimulai dari nominal yang cukup kecil misalnya puluhan atau ratusan ribu. Dengan modal sekecil itu, bagaimana dengan nilai investasinya? Funding di fintech ternyata cukup menjanjikan untuk mendapatkan nilai investasi yang tinggi.

Tentunya, semakin besar nilai investasi, semakin besar pula peluang hasil investasi yang akan didapatkan. Resiko dari investasi ini juga cukup rendah

Anda yang ingin berinvestasi pada jenis-jenis di atas ada baiknya untuk lebih memahami kebutuhan investasi yang cocok.

Perhatikan pertumbuhan investasi dan resiko yang akan terjadi. Tidak lupa, rutinlah untuk berinvestasi agar passive income juga lebih besar. Jika sudah ada hasil dari investasi, investasikan ulang atau realisasikan untuk memenuhi kebutuhan.(*)

Bagikan:
Yunike Purnama

Yunike Purnama

RELATED NEWS