215 Merchant di Lampung Terhubung dengan QRIS, Sosialisasi Masih Harus Digenjot

Eva Pardiana - Kamis, 30 Desember 2021 09:03
215 Merchant di Lampung Terhubung dengan QRIS, Sosialisasi Masih Harus DigenjotIlustrasi penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran digital. (sumber: Ismail Pohan/TrenAsia)

BANDARLAMPUNG – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 215 merchant di Bumi Ruwa Jurai telah terhubung dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai kanal pembayaran digital.

Kepala KPw BI Lampung Budiharto Setyawan mengatakan jumlah merchant pengguna QRIS tersebut mengalami peningkatan 205 persen dalam dua tahun terakhir dan telah melampaui target yang ditetapkan untuk Lampung yaitu sebanyak 180 ribu merchant.

Dia pun mengungkapkan penggunaan QRIS di Lampung mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan rata-rata merchant yang tumbuh sebanyak 150 persen. "Dari peningkatan 150 persen tersebut, hampir 50 persen pengguna berada di Kota Bandarlampung," kata Budiharto dikutip dari Antara Lampung, Kamis (30/12/2021).

Meski terjadi peningkatan pada jumlah pengguna QRIS, Budiharto menyebut dari sisi transaksi masih banyak yang memanfaatkannya. Karena itu sosialisasi harus terus digenjot. "Kita melihat transaksi memang masih memerlukan peningkatan. Maka harus lebih disosialisasikan lagi penggunaan QRIS agar transaksinya meningkat," ujarnya.

Menurut Budiharto kolaborasi antarinstitusi sangat penting guna terus mendukung program nasional Sehat, Inovatif Aman Pakai QRIS (Siap QRIS) dalam menyongsong kebangkitan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Bandarlampung merupakan salah satu kota yang ditunjuk sebagai piloting penggunaan QRIS di Provinsi Lampung, dimana ada dua lokasi yakni Pasar Tamin dan Mal Boemi Kedaton.

"Untuk di Pasar Tamin sudah hampir 100 pedang yang menerapkan QRIS, kami harap program ini terus berlanjut bukan hanya di Tamin dan Mal Boemi kedaton saja," pungkas Budiharto. (*)

RELATED NEWS