Pemprov Pastikan Penerbangan Perdana ke KL Tanpa APBD

Eva Pardiana - Kamis, 12 Februari 2026 11:01
Pemprov Pastikan Penerbangan Perdana ke KL Tanpa APBDBandara Radin Inten II Lampung. (sumber: Kemenhub)

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan penerbangan internasional perdana rute Bandar Lampung–Kuala Lumpur yang dijadwalkan berlangsung hari ini,12 Februari 2026 menjadi momentum penting kebangkitan konektivitas global Lampung. Pemprov juga menegaskan tidak ada penggunaan anggaran daerah untuk pembiayaan partisipasi individu dalam penerbangan tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas kembali ditetapkannya Bandara Raden Inten II sebagai bandara internasional setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan status akibat tidak aktifnya penerbangan luar negeri.

“Alhamdulillah, dengan berbagai persetujuan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan pihak terkait lainnya, Bandara Raden Inten II kembali berstatus internasional. Salah satu syaratnya adalah adanya penerbangan perdana dalam rentang waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Hal tersebut disampaikan Marindo usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Administrator di lingkungan Pemprov Lampung, di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, penerbangan pada 12 Februari 2026 merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan maskapai dan investor terhadap potensi pasar Lampung. Karena itu, Pemprov mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, organisasi bisnis, dan masyarakat, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Pada prinsipnya tidak ada pemaksaan. Kami tidak memaksakan OPD untuk terbang. Kami hanya meminta OPD menyosialisasikan kepada jajarannya apabila ada pemangku kepentingan, pelaku usaha, atau masyarakat yang memiliki kepentingan atau ingin ikut, silakan mengikuti ketentuan yang berlaku,” kata Marindo.

Ia menegaskan, seluruh biaya perjalanan menggunakan dana pribadi masing-masing dan tidak ada perjalanan dinas luar negeri yang dibiayai APBD.

“Tidak ada perjalanan dinas ke luar negeri. Dalam situasi keuangan yang masih defisit, jika ada surat yang terbit sifatnya hanya mengimbau untuk menyukseskan kegiatan ini. Bukan PNS yang harus terbang, tetapi menyosialisasikan kepada masyarakat, pemangku kepentingan, keluarga, dan lainnya agar mengetahui serta dapat ikut terbang bersama,” tegasnya.

Marindo juga menyampaikan bahwa Pemprov Lampung mengutus beberapa perwakilan untuk menjajaki kerja sama strategis dengan mitra di Malaysia. Selain unsur pemerintah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa Lampung siap membuka diri terhadap peluang internasional.

Penerbangan langsung Bandar Lampung–Kuala Lumpur dinilai sebagai langkah strategis untuk memangkas biaya logistik, mempermudah mobilitas pelaku usaha, serta membuka akses wisata dan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Lampung.

Dengan kembali beroperasinya rute internasional tersebut, Lampung menegaskan komitmennya sebagai gerbang Sumatera bagian selatan yang terkoneksi secara global. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan penerbangan perdana ini sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Editor: Eva Pardiana
Tags Pemprov Lampung Bagikan

RELATED NEWS