Itera Peringkat 3 Nasional Bidang Kimia Versi SCImago
Eva Pardiana - Jumat, 06 Maret 2026 21:58
Kampus Institut Teknologi Sumatra (Itera), Lampung Selatan. (sumber: Dok. Itera)LAMPUNG SELATAN — Institut Teknologi Sumatra (Itera) kembali meraih capaian di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) terbaru, Itera menempati peringkat ke-3 nasional pada kategori bidang kimia (Chemistry Rank), bersanding dengan sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia.
Dalam daftar tersebut, posisi pertama ditempati oleh Universitas Pendidikan Indonesia, diikuti Universitas Gadjah Mada di peringkat kedua. Itera berada tepat di bawah keduanya dan mengungguli beberapa kampus besar lain, seperti Universitas Indonesia di peringkat keempat, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di peringkat kelima, Universitas Syiah Kuala di peringkat keenam, serta Universitas Lampung di peringkat ketujuh.
Capaian ini menunjukkan bahwa Itera mampu bersaing secara akademik dengan kampus-kampus mapan di Indonesia, khususnya dalam bidang riset kimia. Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia berharap capaian ini menjadi energi positif bagi sivitas akademika Itera untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi para dosen dan peneliti yang secara konsisten menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berdampak.
- Jasa Raharja Hadir Pelepasan Ekspedisi Elshinta Mudik Lebaran 2026
- PLN NP UP Bandar Lampung Resmikan Program Ratu Tani 2026
- Pertamina: BBM dan LPG Tersedia Sepanjang Ramadan dan Idulfitri
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Itera untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Rektor, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., menyampaikan bahwa pemeringkatan SCImago Institutions Rankings dikenal sebagai salah satu indikator reputasi akademik dunia karena menggunakan data bibliometrik dari basis data Scopus.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain jumlah publikasi ilmiah, kualitas sitasi, keterkaitan publikasi dengan paten, serta dampak sosial dari hasil penelitian. Pada bidang kimia, skor tinggi Itera dipengaruhi oleh publikasi berkualitas pada jurnal Q1 Scopus, kontribusi artikel yang masuk dalam 10 persen sitasi teratas, corresponding author dari institusi, serta tingkat kolaborasi internasional.
Topik riset yang banyak berkontribusi antara lain material dan nanoteknologi, katalisis dan proses kimia, serta kimia lingkungan dan energi, yang memiliki relevansi tinggi dengan pengembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Meski tergolong perguruan tinggi yang relatif muda, Itera mampu menunjukkan kinerja riset yang kompetitif melalui fokus pada topik-topik strategis tersebut,” ujar Prof. Khairurrijal.
Posisi ke-8 Bidang Inovasi
Tidak hanya pada bidang kimia, Itera juga mencatat capaian pada kategori Innovation Rank, dengan menempati peringkat ke-8 nasional. Posisi ini menempatkan Itera berdekatan dengan sejumlah perguruan tinggi teknologi ternama, seperti Institut Teknologi Bandung di peringkat ketujuh dan Universitas Telkom di peringkat keenam.
Indikator inovasi dalam pemeringkatan ini menilai jumlah publikasi institusi yang disitasi oleh dokumen paten, yang menunjukkan bahwa hasil penelitian dimanfaatkan dalam pengembangan teknologi. Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan persentase publikasi yang disitasi paten serta jumlah aplikasi paten yang dimiliki institusi.
Data yang digunakan berasal dari basis publikasi ilmiah Scopus serta basis data paten internasional PATSTAT milik European Patent Office.
- PLN UP3 Metro dan Kejari Lamteng Teken PKS Perkuat Sinergi
- Pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 Diperpanjang hingga 4 Maret 2026
- Enam Kepala BPS Kabupaten di Lampung Resmi Dilantik
Secara keseluruhan, dalam overall rank universitas, Itera menempati peringkat ke-67 nasional dari 86 perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam penilaian SCImago.
Penilaian overall ranking pada SIR dihitung dari tiga komponen utama, yaitu kinerja penelitian (research), inovasi (innovation), dan dampak sosial (societal impact). Komponen research memiliki bobot terbesar, yakni 50 persen, diikuti innovation sebesar 30 persen, serta societal impact sebesar 20 persen.
Melalui capaian ini, Itera menunjukkan bahwa kampus teknologi di Sumatra tersebut mulai menegaskan posisinya dalam peta riset nasional, khususnya pada bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan sains dan teknologi. (*)

