Hari Keluarga Nasional, PTPN I Latih 28 Terapis Anak Berkebutuhan Khusus

Eva Pardiana - Jumat, 10 Juli 2026 17:20
Hari Keluarga Nasional, PTPN I Latih 28 Terapis Anak Berkebutuhan KhususPTPN I (Persero) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dengan menggelar pelatihan bagi 28 terapis anak berkebutuhan khusus (ABK) bekerja sama dengan Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) Wilayah Sumatera Utara, pelatihan berlangsung di Pusdiklat PTPN I Regional 1 Medan, Jumat (10/7/2026). (sumber: PTPN I)

JAKARTA – PTPN I (Persero) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dengan menggelar pelatihan bagi 28 terapis anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bekerja sama dengan Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) Wilayah Sumatera Utara, pelatihan berlangsung di Pusdiklat PTPN I Regional 1 Medan, Jumat (10/7/2026).

Peserta berasal dari yayasan sosial, Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah inklusi, rumah singgah, serta komunitas pendamping ABK di Sumatera Utara. Selama lima hari, mereka mendapatkan penguatan kompetensi melalui materi terapan terkini yang mencakup indikator tumbuh kembang anak, Autism Spectrum Disorder (ASD), ADHD, learning disabilities, disleksia, sensory integration, behavior modification, hingga teknik intervensi. Seluruh materi disampaikan langsung oleh psikolog profesional disertai praktik penanganan kasus secara terukur.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, pelatihan menghadirkan agenda bertajuk "Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat" yang diikuti 25 anak berkebutuhan khusus dan anak dengan down syndrome. Kegiatan tersebut melibatkan psikolog, peserta pelatihan, orang tua, serta para pendamping melalui berbagai aktivitas edukatif, permainan interaktif, pertunjukan seni, hingga sesi konseling kelompok untuk memperkuat sistem pendukung (support system) keluarga.

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan TJSL PTPN I, Dinnar Arrafah Utang, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, pemilihan program pelatihan bagi terapis ABK didorong oleh masih terbatasnya perhatian berbagai pihak terhadap kelompok masyarakat berkebutuhan khusus.

"Sebagaimana misi perusahaan, PTPN I sebagai salah satu BUMN bukan hanya mengejar profit, tetapi juga menebar manfaat bagi kemaslahatan rakyat. Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan misi perusahaan," kata Dinnar di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas masyarakat, serta penciptaan lingkungan sosial yang inklusif. Para peserta yang terdiri atas guru, terapis, dan pendamping ABK dibekali kompetensi mulai dari deteksi dini, asesmen, penyusunan program terapi, hingga praktik penanganan secara langsung.

Menurut Dinnar, inisiatif tersebut lahir dari kondisi di lapangan yang menunjukkan masih terbatasnya akses terhadap layanan terapi profesional, terutama di daerah. Padahal, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Ia menambahkan, pelatihan terapis ABK merupakan salah satu bentuk investasi sosial perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Kami berharap semakin banyak tenaga pendidik dan pendamping yang kompeten sehingga anak-anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Terima kasih kepada AP2I yang telah bersinergi secara produktif dengan PTPN I," ujar Dinnar.

Ketua AP2I Wilayah Sumatera Utara, Ilmiah, mengapresiasi dukungan PTPN I terhadap penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kepedulian perusahaan tersebut merupakan investasi sosial yang sangat berharga.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh PTPN I. Ini adalah bentuk kepedulian nyata korporasi terhadap pemenuhan hak anak. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga lahir lebih banyak tenaga pendidik dan terapis yang kompeten dalam memberikan layanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus," ungkap Ilmiah.

Sementara itu, Kepala Subdivisi TJSL PTPN I, Muhammad Alif Azizi, mengatakan hasil post-test menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi. Seluruh indikator pelaksanaan, mulai dari kualitas materi, kompetensi narasumber, fasilitas pelatihan, hingga manfaat program, memperoleh nilai rata-rata sempurna dengan skala 5.

Mayoritas peserta juga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas.

"Melalui Program TJSL ini, PTPN I terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Fokus kami selaras dengan pilar pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan," ujar Azizi.

Sebagai perusahaan perkebunan nasional, PTPN I berkomitmen menyeimbangkan penciptaan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan bahwa kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Indonesia yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing global. (*)

Tags PTPN IHarganas 2026Bagikan

RELATED NEWS