Yuk, Intip Peluang Bisnis Kuliner Era 4.0 Ala Kuliner Lampung

2019-12-10T02:49:55.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Ilustrasi
Ilustrasi

Kabarsiger.com, Lampung- Bisnis Kuliner di Era 4.0 saat kini sangat berpengaruh dalam meningkatkan perekonomian Lampung. Salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi melalui bisnis kuliner online di Ruang Sungkai, Kantor Gubernur Lampung, Senin (09/12/2019).

Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Ia mengatakan, kalau dari sisi pecinta kuliner pasti punya rasa bosan terhadap makanan, maka di fase digitalisasi ini sangat memudahkan kita untuk menemukan makanan-makanan yang belum pernah dicoba atau kekinian. 

 "Jadi dengan semakin majunya teknologi akan lebih mudah, apalagi ada akun kuliner seperti salah satunya @Kuliner_Lampung,"ungkap Nunik sapaan akrabnya.
 
Alejenes selaku Admin IG @Kuliner_Lampung mengatakan di Era 4.0  ini industri digitalisasi sekarang semakin canggih. Tentu lebih memudahkan kita dan sangat banyak akun-akun kuliner yang bermunculan saat ini seperti di Instagram,  Go Food,  Grab Food dan sebagainya. 
 
"Dulu waktu saya pertama kali merintis muncul di instagram untuk memperkenalkan kuliner Lampung,  saya menggunakan HP yang zaman dulu kalo foto makanan hasil fotonya berwarna kuning semua," ceritanya.
 
Tetapi saat ini berbeda sudah semakin canggih banyak smartphone dengan kualitas bagus.
Selanjutnya manfaat adanya bisnis kuliner bagi pencinta kuliner yakni memudahkan kita untuk menemukan makanan daerah atau kekinian.
 
Kemudian mempercepat dalam proses pembelian makanan serta pengantaran memperkenalkan makanan daerah melalui berbagai tenant kuliner.
 
Peluang bisnis kuliner ini sangat bagus karena di Era 4.0 marak akan dunia digitalisasi,  sehingga masyarakat bersifat malas untuk bergerak, dan kebanyakan masyarakat ingin praktis tetapi tetap sehat. 
 
"Banyak banget keuntungan dari adanya festival kuliner, terutama untuk tenant  kuliner yang mengikuti festival salah satunya yakni meningkatkan perekonomian mereka menjadi lebih baik"ungkap Nunik. 
 
Nunik menambahkan, karena melalui festival dapat mengedukasi dan menjadi ruang sharing  jauh lebih cepat ketimbang membaca buku karena lebih cepat masuk atau diterima untuk visual.
 
EO Edukasi 4.0 Rajib Dewangga menjelaskan, untuk membuat kuliner itu sustainable atau berkelanjutan yakni seperti yang dilakukan Ale. Proses sebenarnya Ale adalah point Edukasi industri 4.0 yang berulang-ulang dan diubah menjadi digitalisasi kemudian dijual dengan konten yang bermanfaat.(*/VR)