UMKM Unggulan Lampung Unjuk Gigi di KKI 2026, Bawa Wastra hingga Kopi

2026-08-21T07:37:14.000Z

Penulis:Yunike Purnama

KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.
KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

BANDARLAMPUNG – Produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lampung mendapat panggung di ajang bergengsi Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Sebanyak 15 UMKM binaan/mitra Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung ambil bagian dalam gelaran nasional tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya BI memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing UMKM daerah.

Lima belas UMKM Lampung yang tampil membawa beragam produk unggulan, mulai dari wastra dan ready to wear (RTW), makanan dan minuman olahan, cokelat, hingga kopi.

Mereka adalah Sekura Art Wastra & RTW, Exclusive Tapis Ruwa Jurai, Soleha Tapis Collection, House Tapis Citra, Jan Ayu RTW, Nabilla RTW, PT Oleh Shinta Lampung, Si Bintang Buah, Banabee, Rafins Snack, PT Aneka Coklat Kakoa (Krakakoa), Ghalkoff, Mr. Zian Coffee, Dr. Koffie, dan Ternatea.

Partisipasi belasan UMKM Lampung tersebut sekaligus memperlihatkan kekayaan produk lokal Lampung yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan, baik di pasar nasional maupun internasional.

Angkat Semangat “Berdaya, Bersama-sama”

KKI 2026 mengusung semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Tahun ini, KKI juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas UMKM, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta membuka pasar yang lebih luas.

KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Hadir pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu bangkit, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.

Menurutnya, semangat bangkit ditujukan bagi UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Sementara ketangguhan diperkuat melalui struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan daya saing didorong melalui inovasi produk serta perluasan pasar domestik dan ekspor.

Diikuti Lebih dari 550 UMKM secara Luring

KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis. Gelaran ini turut dihadiri duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi, perbankan, serta pelaku usaha.

Tahun ini, KKI menghadirkan skala partisipasi yang lebih besar. Pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Selain pameran, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, di antaranya talkshow ekonomi dan keuangan inklusif berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga berbagai aktivitas interaktif dan instalasi hijau.

UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak lepas dari peran strategis sektor ini bagi perekonomian Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.

Karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan pengembangan UMKM melalui tiga strategi utama, yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta penguatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi.

KKI 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-11 juga membawa sejumlah kebaruan. Di antaranya program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill.

Beragam produk UMKM hasil kurasi ditampilkan dalam KKI 2026, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Melalui keikutsertaan 15 UMKM binaan/mitra, Lampung turut mengambil bagian dalam momentum tersebut sekaligus memperkenalkan potensi produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Bank Indonesia pun mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan bangga menggunakan produk UMKM Indonesia, sekaligus ikut mendorong pelaku usaha lokal agar terus bangkit, tangguh, dan berdaya saing.(*)