Soal IPO, Bank Muamalat Segera Kumpulkan Pemegang Saham Lewat Agenda Ini

2023-10-22T09:27:22.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk telah mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 November 2023 mendatang.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk telah mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 November 2023 mendatang.

JAKARTA  - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk telah mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 November 2023 mendatang. 

Rencana ini diketahui melalui pengumuman Bank Muamalat yang disampaikan tertanggal Jumat, 20 Oktober 2023. Manajemen menyampaikan ada tiga agenda utama yang akan dibahas dalam RUPSLB ini, salah satunya terkait pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

“Direksi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan ini mengundang para pemegang saham untuk menghadiri RUPSLB,” ungkap manajemen. 

Rancangan agenda yang diajukan kepada para pemegang saham melibatkan persetujuan untuk melaksanakan penggabungan nilai nominal saham, yang dikenal sebagai reverse stock split. 

“Langkah ini diambil dengan tujuan memenuhi persyaratan terkait Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia,” jelas manajemen. 

Selain itu, manajemen Bank Muamalat juga memohon persetujuan kepada pemegang saham untuk melakukan perubahan terhadap anggaran dasarnya. 

Pasalnya, persetujuan oleh seluruh pemegang saham sangat diperlukan agar dapat menyesuaikan modal dasar setelah dilakukan penggabungan saham. 

Dalam pengumuman sebelumnya, manajemen Bank Muamalat menjelaskan bahwa penggabungan saham dilaksanakan oleh perusahaan sebagai upaya pemenuhan persyaratan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, 

Hal itu diatur dalam Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) No. KEP-00101/BEI/12-2021 mengenai Perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

“Dengan Penggabungan Saham, membuat jumlah saham yang diterbitkan dan disetor turun dari 50.017.741.442 saham menjadi 33.345.160.961 saham,” terang manajemen awal Oktober lalu. 

Di tempat berbeda, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan hingga saat ini bank syariah pertama di Indonesia tersebut belum masuk pipeline dalam antrean penawaran umum perdana saham.

"Intinya belum masuk pipeline," ungkap I Gede Nyoman kepada awak media di depan Gedung BEI pada awal pekan lalu. 

Sebagai informasi, Bank Muamalat Indonesia pada akhir tahun ini bukan untuk mencatatkan saham perdana. Bank telah menjadi perusahaan terbuka sejak 1993 tetapi sahamnya belum diperdagangkan di Bursa.

Diketahui, berdasarkan rilis resmi perusahan beberapa waktu lalu, Bank Muamalat akan listing di BEI tanpa diikuti penawaran umum, sehingga tidak ada skema kepemilikan saham.(*)