Simak Komparasi Honda Brio Satya E CVT dan Datsun Go T Active CVT

2020-01-22T01:08:48.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Honda Brio Satya E CVT
Honda Brio Satya E CVT
 
Kabarsiger.com, Bandar Lampung - Bagi anda yang tengah mencari kendaraan segmen Low Cost Green Car (LCGC), Brio Satya dan Datsun Go dapat menjadi salah satu rekomendasi.
 
Kedua produk baru yang meluncur pada 2018, Brio Satya dan Datsun GO, sama-sama punya pilihan transmisi otomatis Continously Variable Transmission (CVT). Bedanya, Brio mengalami transformasi bentuk, Datsun lebih disempurnakan dari pendahulunya. 
 
Perbedaan lain, Brio Satya masih masuk LCGC, Datsun GO CVT tidak lagi. Karena memakai CVT, batas minimal kuota kandungan lokal tak tercapai, sehingga GO CVT harus merelakan subsidi LCGC. 
 
"Harga Brio Satya CVT yang berlabel LCGC ditawarkan Rp 162,5 juta. Sementara Datsun GO T Active CVT meski sudah bukan LCGC banderolnya lebih murah, Rp 142,19 juta. Tapi tunggu dulu, karena masih harus dilihat fitur dan kelengkapan apa saja yang dibawa. Meski mahal, Brio Satya punya fitur yang terbilang lengkap di segmennya," jelas Ralla tim promosi Honda saat ditemui di Chandra Teluk Betung, Selasa (21/1/2020)
 
Untuk dimensi Brio Satya memang bertambah besar dari versi lawas. Tapi masih kalah lega urusan kabinnya ketimbang Datsun GO. Dimensi Satya 3.800 x 1.680 x 1.485 mm (PxLxT) dengan jarak sumbu roda 2.405 mm. Sementara Datsun Go berukuran 3.788 x 1.636 x 1.507 mm dan jarak antar-poros rodanya 2.450 mm. Dari angka bisa dilihat kalau Satya punya bodi lebih panjang dan lebar. Namun jarak sumbu roda lebih unggul GO, yang berpengaruh pada kelapangan ruang kabin.
 
Kemudian kalau dari sektor mesin sebetulnya masih sama dengan pendahulunya, baik untuk Satya dan GO. Honda masih membekali Satya dengan mesin 4-silinder 1,2 liter i-VTEC dengan daya 90 PS dan torsi 110 Nm. Datsun juga sama, masih menyediakan mesin 3-silinder 1,2 liter bertenaga 78 PS dan torsi puncak 104 Nm. Dari angka, Satya punya performa yang lebih mumpuni. Sedang mesin 3-silinder punya kecenderungan lebih irit konsumsi bahan bakar.
 
Kinerja CVT Satya sudah tak perlu diragukan lagi. Sedang CVT baru hadir pada Datsun GO. Meski begitu, CVT X-Tronic milik Nissan bisa bekerja dengan baik. Racikannya dengan mesin ternyata bisa meningkatkan pengalaman berkendara signifikan dari Datsun. Baik ketika digunakan santai maupun diminta performa lebih, CVT pada GO bisa diandalkan.
 
Soal penampilan luar, Satya sedikit tertinggal dari GO. Pasalnya, pada GO T Active sudah dilengkapi dengan body kit. Selain itu, GO juga punya sein terintegrasi pada spion dan lampu siang hari LED. Satya tak punya itu. Gantinya, Satya punya lampu kabut dan lampu positioning yang tergabung dengan rumah lampu utama. Pelek keduanya memakai diameter 14 inci. Satya dibalut ban 175/65, sedang GO 165/70.
 
Satya masih memakai warna krem untuk membalut kabin. Itu sekaligus jadi pembeda dengan varian RS. Warna terang rentan terlihat lebih kotor. Bahannya fabric dan headrest baris kedua bisa disetel. Untuk GO, warna hitam mendominasi kabin. Kesannya lebih sporty. Bahan juga sama, masih kain fabric.
 
Dari fitur keselamatan dan keamanan, Satya jauh lebih unggul. Kalau GO cuma punya satu kantung udara, Satya punya i-SRS airbag untuk pengemudi dan penumpang depan. Satya juga dilengkapi rem ABS dan EBD, seat belt reminder, alarm, auto door lock by speed dan immobilizer. Datsun GO punya kelengkapan fitur central door lock, keyless alarm + shock sensor dan immobilizer.
 
Mengesampingkan poin harga, Brio Satya CVT sangat layak dipilih, lantaran fitur safety jauh lebih lengkap dan performa mesin 4-silinder. Tapi kalau dana terbatas dan mengincar transmisi otomatis CVT saja, Datsun GO T Active CVT bisa jadi solusi yang baik. Silahkan pilih sesuai kebutuhan, budget dan selera. (*/VR)