DPD Gerkatin Lampung
Penulis:Yunike Purnama
Editor:Yunike Purnama

BANDAR LAMPUNG — Pembangunan inklusif dan berkeadilan kini kian digelorakan di Kota Bandar Lampung melalui langkah nyata penguatan ekonomi komunitas disabilitas.
Yayasan Satunama bersama Lamban PuAn dan Forum CSR Lampung menggelar Pelatihan Pengembangan Business Model Canvas Penguatan Ekonomi Komunitas Disabilitas di Hotel Emersia Bandar Lampung selama dua hari Senin-Selasa, 2-3 November 2026.
Pelatihan diikuti perwakilan Perkumpulan Komunitas Disabilitas Kota Bandar Lampung, termasuk organisasi penyandang disabilitas seperti Potads, HWDI, Pertuni, Gerkatin, SADILA, Anak Taman Surga.
Memiliki potensi besar di berbagai sektor mulai dari kuliner, perdagangan, jasa, kerajinan, menjahit, laundry, hingga layanan pijat komunitas disabilitas kini didorong untuk naik kelas lewat pengembangan model bisnis dan perluasan kemitraan lintas sektor.
Fasilitator Yayasan Satunama untuk Wilayah Bandar Lampung Sely Fitriani mengatakan, "Langkah strategis ini mengemuka pasca-Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang digelar pada 17–18 Januari 2026 lalu. Dari diskusi menggali potensi usaha anggota komunitas sangat beragam, berbagai tantangan klasik seperti keterbatasan modal, akses pelatihan, sarana produksi, hingga jangkauan pemasaran masih menjadi hambatan utama yang perlu segera diatasi."
Menjawab tantangan tersebut, Yayasan SATUNAMA Yogyakarta dan Lamban PuAn bersama Perkumpulan Komunitas Disabilitas Kota Bandar Lampung, didukung oleh Yayasan Lamban PuAn dan Forum CSR Lampung, mengambil inisiatif untuk memperkuat ekosistem usaha para penyandang disabilitas.
Kunci Sukses: Pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan Fasilitator Ahli
Dalam upaya memperkuat fondasi usaha, kegiatan ini menghadirkan para fasilitator dan narasumber ahli di bidangnya untuk mendampingi peserta, yaitu Hartono, S.A.B., M.Si. (Akademisi Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Lampung sekaligus Tim Pembina Kewirausahaan Mahasiswa), Drs. Ikram, M.Si., MAPS. (Pengurus Lamban PuAn) dan Narasumber perwakilan dari Forum CSR Lampung.
Melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang dipandu para ahli, para pelaku usaha disabilitas diajak memetakan sembilan elemen kunci bisnis mereka secara komprehensif, mulai dari proposisi nilai hingga struktur biaya, agar strategi pengembangan yang disusun semakin matang dan tepat sasaran.
Sinergi Luas Bersama Forum CSR Lampung
Tidak berhenti pada penguatan internal, program ini juga berfokus untuk menghubungkan usaha komunitas disabilitas dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Forum CSR Lampung memegang peran strategis melalui narasumber perwakilannya untuk memfasilitasi komunikasi serta menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan anggota.
Peluang kolaborasi yang terbuka meliputi peningkatan kapasitas, promosi produk, perluasan akses pasar, penyediaan sarana produksi, hingga integrasi dalam rantai pasok perusahaan (supply chain).
Rangkaian Kegiatan Dua Hari yang Terarah
Sebagai tindak lanjut, rangkaian pertemuan dua hari dirancang secara khusus untuk memaksimalkan potensi anggota:
• Hari Pertama: Difokuskan pada pemetaan potensi dan kebutuhan usaha serta pendalaman materi Business Model Canvas (BMC) bersama para fasilitator.
• Hari Kedua: Diarahkan pada penguatan strategi pemasaran, penyempurnaan model bisnis, serta penjajakan peluang kemitraan langsung dengan Forum CSR Lampung dan perusahaan anggota.
Melalui sinergi, pendampingan akademisi, serta dukungan dunia usaha ini, komunitas disabilitas Kota Bandar Lampung diharapkan mampu menghasilkan rancangan model bisnis yang berkelanjutan, daftar kebutuhan prioritas yang jelas, serta rencana tindak lanjut terukur demi mewujudkan kemandirian ekonomi yang inklusif.(*)