PTPN I – Rio by The Beach, Sukses Ubah Aset Jadi Ikon Wisata

2026-03-03T11:20:23.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002599484.jpg
Rio by The Beach menjadi bukti komitmen PTPN I dalam mengoptimalkan aset idle.

LAMPUNG SELATAN – Rio by The Beach di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang tengah viral di Provinsi Lampung. Kawasan pesisir yang sebelumnya merupakan lahan milik PTPN I Regional 7 itu kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

Sebelum dikerjasamakan, hamparan pantai tersebut hanya dinikmati para pekerja kebun saat beristirahat. Kini, melalui skema kemitraan strategis dengan investor, kawasan itu berkembang menjadi destinasi wisata modern yang dikelola secara profesional dan menjadi salah satu profit center perusahaan.

Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari seratus tenaga kerja tetap serta menggerakkan ratusan pelaku usaha lokal. Ribuan pengunjung yang datang setiap hari turut menciptakan simpul ekonomi baru di kawasan pesisir Kalianda.

PTPN I melalui Regional 7 menegaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset. Area pesisir yang sebelumnya kurang produktif dikonversi menjadi aset bernilai tambah dengan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan bahwa pengembangan Rio by The Beach merupakan bagian dari implementasi program asset turnaround di lingkungan PTPN Group.

“Kehadiran Rio by The Beach menjadi bukti komitmen PTPN I dalam mengoptimalkan aset idle. Aset strategis tidak boleh berhenti sebagai potensi, tetapi harus dikonversi menjadi sumber pendapatan baru yang memberi manfaat bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Teddy di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, pemilihan mitra dilakukan secara selektif untuk menjamin standar layanan dan tata kelola yang profesional. PTPN I, kata dia, mengedepankan sinergi yang saling menguntungkan serta tetap menjaga keberlanjutan aset negara.

Secara konsep, kawasan wisata ini mengusung desain tropis minimalis dengan tetap mempertahankan keasrian alam. Pengunjung disuguhi hamparan pasir putih yang luas, fasilitas gazebo dan sunbed yang tertata rapi, serta instalasi seni berbahan alami, termasuk patung kayu berukuran besar yang menjadi daya tarik swafoto.

Keberadaan pusat kuliner di area tersebut juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang. Fasilitas pendukung seperti musala dan area bilas dibangun dengan arsitektur bambu yang memadukan unsur modern dan kearifan lokal.

Dari sisi aksesibilitas, lokasi Rio by The Beach tergolong strategis. Akses menuju kawasan ini dekat dengan pintu Tol Sidomulyo pada ruas Jalan Tol Trans Sumatera dan berjarak sekitar 36 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Area parkir yang luas serta sistem pengamanan pantai menjadi nilai tambah bagi kenyamanan wisatawan.

Keberhasilan pengembangan kawasan ini disebut menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi strategi pemanfaatan lahan PTPN I di masa mendatang. Perusahaan berkomitmen terus mengembangkan aset potensial lainnya guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tags:PTPN I