Ekosistem
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

BANDUNG – Sebagai induk Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID, PT Len Industri (Persero) mempertegas posisinya dalam membawa kedisiplinan rekayasa sistem (systems engineering) untuk mengintegrasikan sistem mission-critical di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan, energi, dan infrastruktur TIK. Langkah ini ditujukan untuk membangun keandalan ekosistem industri masa depan yang tangguh, aman, dan terintegrasi secara nasional.
Keunggulan teknis Len sebagai System Integrator, telah teruji melalui pengerjaan berbagai proyek strategis nasional yang menuntut presisi otomatisasi tinggi dan keandalan operasional yang tak terputus. Kemampuan perseroan dalam mengelola kompleksitas teknologi memastikan setiap komponen dalam ekosistem industri bekerja secara harmonis dan efisien.
Dengan rekam jejak dalam membangun infrastruktur mission-critical berskala nasional dan memiliki standar zero-error, Len kini mengadaptasi kompetensi Systems Engineering tersebut untuk mengakselerasi transformasi digital dan energi nasional. Hal ini mencakup pengembangan pusat kendali operasi yang canggih serta sistem manajemen energi yang terintegrasi.
Kompetensi dalam mengelola kompleksitas rekayasa sistem ini juga telah teruji melalui integrasi sistem Command, Control, Communication, Computer, and Intelligence di sektor pertahanan, serta manajemen daya pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala nasional.
Metodologi yang digunakan Len bukanlah sekadar pemenuhan spesifikasi teknis, melainkan penerapan Systems Engineering yang disiplin. Dalam sistem mission-critical, Len menguasai integrasi teknologi di mana sinkronisasi sensor, pengambilan keputusan real-time, dan keselamatan mutlak harus berjalan harmonis tanpa toleransi kesalahan (zero-error safety standard).
Disiplin inilah yang akan menjadi standar acuan (reference design) untuk menyatukan ekosistem kendaraan listrik nasional, memastikan infrastruktur pengisian daya dan manajemen energi bekerja dengan keandalan yang sama ketatnya.
“Tantangan utama dalam modernisasi infrastruktur nasional adalah fragmentasi sistem. Sebagai System Integrator, peran kami adalah mengelola kompleksitas tersebut melalui disiplin systems engineering yang ketat,” ujar Prof. Joga Dharma Setiawan, PhD.
Joga menekankan bahwa pengalaman panjang Len dalam membangun sistem zero-error di sektor pertahanan dan energi merupakan pondasi kuat untuk memodernisasi mobilitas nasional dan infrastruktur energi.
“Dari pengalaman puluhan tahun mengintegrasikan sistem teknologi pertahanan dan infrastruktur kritikal dengan toleransi kesalahan nol (zero-error), kami membawa standar keselamatan dan keandalan tertinggi untuk memastikan bahwa seluruh ekosistem teknologi Indonesia, mulai dari manajemen daya hingga konektivitas data, dapat beroperasi secara akuntabel dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Standar keandalan kelistrikan dan rekayasa keselamatan sektor strategis ini akan diterapkan oleh Len sebagai standar acuan (reference design) dalam mengintegrasikan manufaktur komponen, jaringan pengisian daya, serta sistem pelayanan purnajual kendaraan listrik konsumen di tanah air.
Dengan langkah ini, PT Len Industri (Persero) tidak sekadar membangun infrastruktur, melainkan memelopori ekosistem mobilitas listrik nasional yang terstandarisasi, aman, dan siap menjawab kebutuhan mobilitas masa depan Indonesia.