PT Enero Produksi Bioetanol 99,9% Dukung Transisi Energi

2026-01-21T21:21:20.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002478427.jpg
PT Enero Produksi Bioetanol 99,9% Dukung Transisi Energi

MOJOKERTO – PT Energi Agro Nusantara (Enero) menegaskan posisinya sebagai pionir dalam mendorong percepatan transisi energi nasional. Melalui pemanfaatan molases (tetes tebu) sebagai bahan baku, anak usaha PTPN I ini mampu memproduksi bioetanol dengan spesifikasi fuel grade ethanol (FGE) berkadar 99,9 persen. Spesifikasi tersebut melampaui standar nasional FGE yang ditetapkan sebesar 99,2 persen.

“Kami siap menyambut era transisi energi nasional sebagaimana dicanangkan Pemerintah Presiden Prabowo. Saat ini, bioetanol yang kami produksi telah mencapai kadar 99,9 persen sebagai fuel grade ethanol. Jika Ditjen EBTKE menetapkan standar FGE 99,2 persen, maka produk kami berada 0,7 persen lebih tinggi dari ketentuan tersebut,” kata Direktur PT Enero, Puji Setiyawan, di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).

Puji menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan digitalisasi melalui sistem Distributed Control System (DCS) yang memastikan seluruh proses produksi berjalan presisi dan stabil, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk akhir. Sistem ini mengintegrasikan seluruh elemen produksi secara terpadu sehingga setiap kompartemen memiliki peran krusial dalam menghasilkan bioetanol berkualitas tinggi.

“Dalam proses produksi FGE terdapat sejumlah kompartemen dan tahapan yang harus dilalui. Untuk mencapai kadar sempurna 99,9 persen, seluruh kompartemen, SOP, dan elemen pendukung harus berjalan sangat presisi. Deviasi sekecil apa pun pada satu kompartemen dapat memengaruhi hasil akhir. Di Enero, seluruh prasyarat tersebut kami pastikan terpenuhi,” ujarnya.

Fokus pada kualitas produksi, lanjut Puji, tidak mengabaikan aspek kelestarian dan keberlanjutan lingkungan. PT Enero secara konsisten menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengolah limbah cair (spent waste) menjadi sumber energi baru. Melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, Enero berupaya menetapkan standar baru energi hijau yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, SEVP Operation PT Enero, Tunjung Ari Wicaksono, menjelaskan secara teknis inovasi pengolahan limbah yang diterapkan perusahaan. Melalui metode anaerobic treatment, limbah cair diolah menjadi biogas yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar boiler.

“Langkah ini menciptakan efisiensi signifikan di tengah tantangan biaya produksi biofuel yang kompetitif. Inovasi ini mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar Rp1 miliar per bulan. Bagi kami, efisiensi bukan sekadar angka, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk terus berinovasi. Pengolahan limbah menjadi energi membuktikan bahwa industri besar dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan,” kata Tunjung.

Lebih lanjut, Tunjung menambahkan bahwa keberlangsungan produksi Enero didukung oleh sinergi hulu-hilir di bawah naungan PTPN Group. Integrasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjamin ketersediaan bahan baku molases di tengah dinamika pasar.

Dengan kapasitas produksi efektif mencapai 30 ribu kiloliter per tahun (KLPY), Enero optimistis menatap masa depan biofuel nasional melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk produsen otomotif dan regulator. Bahkan, kapasitas produksi masih dapat ditingkatkan hingga 33 ribu KLPY apabila pasokan bahan baku mencukupi.

“Kapasitas terpasang pabrik kami sebesar 30 ribu KLPY dengan toleransi peningkatan hingga 33 ribu KLPY. Jika pemerintah menerapkan kebijakan mandatori FGE untuk konversi BBM, secara teknis kami siap meningkatkan produksi. Namun, terkait ekspansi dan investasi lanjutan merupakan kewenangan pemegang saham, yakni PTPN I, karena berkaitan dengan sinergi industri lain di dalam holding, khususnya pabrik gula sebagai pemasok bahan baku utama,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengapresiasi capaian PT Enero dan menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan bioetanol nasional.

“Kami sangat mendukung upaya PT Enero dalam meningkatkan produksi bioetanol berkualitas tinggi. Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM fosil, memperkuat kemandirian energi nasional, serta mendukung keberhasilan program pemerintah,” tutup Teddy. (*)