POD Ronggolawe Disetujui, SAKA Perkuat Target Produksi Migas

2026-06-11T11:49:22.000Z

Penulis:Redaksi Daerah

PT Saka Energi Indonesia (SAKA).jpeg
Lapangan Ronggolawe direncanakan mulai berproduksi pada akhir 2029.

JAKARTA – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, memperoleh persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe–PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas. Persetujuan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Lapangan Ronggolawe direncanakan mulai berproduksi pada akhir 2029. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengatakan persetujuan POD merupakan tahapan penting dalam percepatan pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Fuji, Kamis (11/6/2026).

Persetujuan tersebut didukung hasil analisis komprehensif dari sumur appraisal RGL-3 yang menjadi dasar teknis dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan. Sebelumnya, pada 2025 SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012. Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada 2024 di WK Pangkah.

Lapangan Ronggolawe diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 5.126 barel minyak per hari (BOPD) pada puncak produksinya. Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki sumber daya sekitar 10 juta barel minyak yang dapat diproduksikan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama.

Potensi hidrokarbon di Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Keberadaan cadangan tersebut dibuktikan melalui berbagai evaluasi teknis, termasuk Drill Stem Test (DST), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida.

Dalam rencana pengembangan yang telah disetujui, SAKA akan melakukan pengeboran empat sumur pengembangan. Produksi dari sumur-sumur tersebut akan dihubungkan ke fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.

Pengembangan Lapangan Ronggolawe–PHE-7 juga menjadi bagian dari strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi WMO. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi hasil eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi.

Fuji menegaskan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan dilaksanakan dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya operasional, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan mitra kerja, pengembangan Lapangan Ronggolawe–PHE-7 diharapkan dapat menjadi salah satu kontributor pertumbuhan produksi migas perusahaan maupun nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi. (*)