Perusahaan Pembiayaan Cetak Kinerja Paling Moncer pada Sektor IKNB

2023-11-07T14:00:18.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi logo OJK
Ilustrasi logo OJK

BANDARLAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung merilis kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) periode triwulan III-2023.

Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto memaparkan, "Pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan masih di level yang tertinggi sebesar 18,85 % (yoy) pada Agustus 2023 menjadi sebesar Rp9.636 milyar, didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 84,79 % (yoy) dan 18,14 % (yoy)," ujarnya dikutip dari keterangan resmi pada Selasa, 7 November 2023.

Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat sebesar 2,52 %.

Selanjutnya, untuk kinerja Dana Pensiun pada bulan September 2023 tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 7,70 % (yoy) dengan nilai total aset sebesar Rp176,90 milyar.

Fintech peer to peer (P2P) lending mencetak pertumbuhan outstanding pembiayaan di Agustus 2023 meningkat 16,82 % (yoy) dengan nominal outstanding sebesar Rp806,92 milyar. Sementara itu, tingkat risiko kredit di Provinsi Lampung (TWP90) mengalami penurunan sebesar 0,74% yaitu dari 3,51% pada Agustus 2022 menjadi  2,77% pada Agustus 2023.

Selanjutnya pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi di Agustus 2023 sebesar 4,14 % (yoy) dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp325,83 milyar.

 Terakhir, terkait pertumbuhan aset Lembaga Keuangan Mikro di Agustus 2023 tumbuh 19,37 % (yoy) dengan total aset sebesar Rp37,42 milyar dengan peningkatan penyaluran pembiayaan 26,51 % (yoy) atau tercatat menjadi sebesar Rp26,51 milyar dengan rasio pinjaman bermasalah sebesar 13,58 %. Sementara peningkatan pengelolaan dana pihak ketiga tumbuh 11,47 % (yoy) atau tercatat menjadi sebesar Rp10,19 milyar. (*)