Penjualan Sapi Kurban Lampung Naik 40 Persen, Domba Melonjak 121 Persen

2026-05-29T20:54:43.000Z

Penulis:Redaksi Daerah

Penjualan Sapi Kurban Lampung Naik 40 Persen, Domba Melonjak 121 Persen.jpeg
Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Penjualan kerbau juga mengalami kenaikan dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau meningkat 39,25 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Jumlah penjualan domba naik dari 1.764 ekor pada tahun 2025 menjadi 3.912 ekor pada tahun 2026, atau melonjak sekitar 121,76 persen.

Sementara itu, penjualan kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun 2,38 persen.

Menurut Lili, penurunan penjualan kambing dimungkinkan terjadi akibat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam berkurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” katanya.

Ia menjelaskan, data tersebut dihimpun dari lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan di dalam daerah, ternak kurban asal Lampung juga didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Untuk komoditas sapi, pengiriman dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Adapun kambing dan domba dikirim ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Lili menilai peningkatan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” ujarnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Selain itu, posko pemeriksaan kesehatan hewan telah disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi aman, sehat, dan sesuai syariat. (pl)