Pengisian PDSS SPAN PTKIN 2026 Meningkat

2026-02-13T22:15:41.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Pengisian PDSS SPAN PTKIN 2026 Meningkat.jpeg
Konsolidasi Nasional Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 di Surabaya, Rabu (11/2/2026).

SURABAYA – Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN 2026 menunjukkan tren peningkatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Abd. Aziz, dalam Konsolidasi Nasional Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 di Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, peningkatan pengisian PDSS tidak terlepas dari peran aktif dan kolaboratif insan humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Strategi komunikasi yang konsisten dinilai efektif mendorong partisipasi sekolah dan siswa dalam proses pengisian data.

“Peningkatan pengisian PDSS tidak terlepas dari konsistensi humas PTKIN dalam menghadirkan layanan informasi yang cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

PDSS merupakan tahapan krusial dalam jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional PTKIN karena menjadi basis data akademik siswa untuk seleksi berbasis prestasi. Tingginya partisipasi pengisian PDSS dinilai memperluas peluang siswa berprestasi melanjutkan pendidikan ke PTKIN.

Ia menegaskan, fungsi kehumasan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penghubung strategis dalam membangun pemahaman dan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru. Pendekatan komunikasi yang edukatif, persuasif, dan responsif dinilai mampu meningkatkan literasi masyarakat terkait mekanisme seleksi nasional PTKIN.

Tahun ini, PTKIN secara nasional menargetkan penerimaan 184.000 mahasiswa melalui jalur SPAN yang tersebar di berbagai PTKIN di Indonesia. Target tersebut diharapkan tercapai melalui sinergi antara panitia nasional, pimpinan PTKIN, dan tim humas dalam memperluas jangkauan informasi.

Konsolidasi nasional publikasi SPAN PTKIN 2026 menjadi momentum penyusunan strategi komunikasi publik yang lebih terencana dan berkelanjutan guna memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. (Uin)