Pegadaian Moncer, Cetak Laba Rp2,02 Triliun di 2020

2021-02-18T00:41:23.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kabarsiger.com - PT Pegadaian (Persero) torehkan kinerja positif sepanjang 2020. Bahkan selama pandemi Covid-19, Pegadaian berhasil catatkan laba Rp2,02 triliun, serta mencatatkan kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dari Rp154 miliar di 2019 menjadi Rp2,12 triliun di 2020.

Selain itu, terjadi kenaikan Pendapatan Usaha yang meningkat 24,27% dari 2019 sebesar Rp 17,67 triliun menjadi Rp 21,96 triliun. Sementara itu dari sisi aset naik 9,40% dari 2019 sebesar Rp 65,32 triliun menjadi Rp.71,47 triliun di 2020.

Sementara itu, dari jumlah nasabah yang dilayani pun mengalami peningkatan sebesar 22,15% dari 13,86 juta orang menjadi 16,93 juta orang. Adapun omset pembiayaan yang disalurkan terdapat peningkatan 13,34% dari 2019 sebesar Rp.145,63 triliun menjadi Rp 165,06 triliun pada 2020.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih oleh Perusahaan. Bahwa di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif sebagai dampak dari pandemi Covid-19, Pegadaian tetap mempunyai ketangguhan dalam menghadapi krisis.

“Kami tentu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada seluruh nasabah yang tetap loyal kepada Pegadaian, serta terus-menerus memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian sebagai solusi keuangan yang dihadapi di masa pandemi," dilansir dari IDX Channel, Rabu (17/2/2021)

Kuswiyoto juga menjelaskan bahwa selama 2020, Pegadaian telah meluncurkan berbagai produk dan layanan yang membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di masa pandemi. Program yang dilaksanakan antara lain restrukturisasi dan relaksasi kredit, Gadai Peduli dengan bunga 0%, serta penyaluran subsidi bunga UMKM.

Pegadaian juga terus melakukan transformasi digital sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Sepanjang 2020 Aplikasi Pegadaian Digital telah digunakan oleh 2,1 juta nasabah dengan 3,4 juta transaksi senilai Rp 5,1 triliun.

“Kami tentu senang, transformasi digital yang dijalankan oleh Pegadaian dapat diterima dan dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Selain memberikan kemudahan, akurasi, keamanan dan kecepatan transaksi, hal ini sejalan program pemerintah dalam membangun Industri 4.0,” pungkas Kuswiyoto. (*)