OJK: Permodalan Perbankan di Indonesia Melebihi Rata-rata Negara Lain

2023-12-05T07:58:03.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

IMG_4742.webp

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi kekuatan permodalan bank di Indonesia, melebihi rata-rata negara-negara lain di dunia. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bank Indonesia per-Oktober 2023 mencapai 27,48%.

“Jauh lebih tinggi dari negara-negara lain yang sebagian besar CAR-nya tidak mencapai 20%,” ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang ditayangkan secara virtual, Senin, 4 Desember 2023.

Ia menyoroti kestabilan sektor jasa keuangan dalam negeri, terutama perbankan, sebagai faktor yang mendukung. 

Mahendra menekankan bahwa tingginya CAR menjadi bukti daya tahan sektor keuangan Indonesia, terutama di tengah krisis perbankan yang melanda Amerika Serikat dan Swiss pada awal tahun ini.

OJK berkomitmen untuk terus mendorong industri keuangan melakukan mitigasi risiko agar dapat memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pihaknya, bersama lembaga jasa keuangan, secara rutin melakukan stress test untuk menilai ketahanan permodalan dan likuiditas.

Mahendra pun menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia terkendali, didukung oleh permodalan dan likuiditas yang memadai. 

Hal ini dianggap mampu menghadapi pertumbuhan ekonomi dan tingkat ketidakpastian global yang tinggi.

Meskipun tensi geopolitik global meningkat, terutama seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah dan pemilihan umum di negara-negara maju, dampaknya terhadap harga minyak dan energi masih terbatas. 

Mahendra menekankan bahwa pasar keuangan global mengalami penurunan volatilitas, menarik investor asing kembali ke pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Perbankan Optimistis Akan Kinerja Akhir Tahun

Hasil survei yang dilakukan OJK terhadap sektor perbankan menunjukkan optimisme terkait kinerja keuangan yang tetap positif hingga akhir tahun, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi. 

“Di tengah volatilitas keuangan global, persepsi optimis terhadap sektor perbankan tetap terjaga,” papar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Menurut Dian, Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) kuartal IV-2023 menunjukkan indeks orientasi bisnis perbankan berada di level 62, mengindikasikan zona optimis. Para responden memperkirakan bahwa kinerja perbankan akan tetap baik.

Dian menyampaikan bahwa meskipun terdapat volatilitas di pasar keuangan global, persepsi optimis terhadap sektor perbankan Indonesia masih tetap terjaga. 

Meski demikian, indeks orientasi bisnis perbankan pada kuartal IV-2023 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni kuartal III-2023, berada di level 67. 

Meskipun terjadi penurunan, optimisme terhadap kinerja perbankan masih tinggi, didorong oleh ekspektasi pertumbuhan kredit yang berdampak pada laba dan permodalan bank.

Pada Oktober 2023, penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 8,99% secara tahunan, sementara CAR perbankan mencapai 27,48%. 

Dian menyatakan bahwa industri perbankan tetap solid dan resilien di tengah berbagai tantangan global. Faktor-faktor seperti suku bunga global yang tinggi, inflasi, dan ketidakpastian geopolitik menjadi perhatian di sektor jasa keuangan, termasuk perbankan.

Meskipun terdapat fluktuasi harga pangan, hasil survei menunjukkan bahwa hal ini relatif tidak berdampak signifikan pada kinerja kredit dan debitur.(*)