OAIL Itera
Penulis:Eva Pardiana
Editor:Eva Pardiana

LAMPUNG SELATAN — Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan mengamati hilal Ramadan 1447 H selama dua hari, 17–18 Februari 2026, di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS), Kampus Itera. Hasil pengamatan akan disampaikan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung untuk diteruskan ke Sidang Isbat Kementerian Agama RI di Jakarta.
Tim rukyat hilal Itera yang juga dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Dr. Annisa Novia I.P., S.Si., M.Si., mengatakan pengamatan dilakukan pada 29 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 17 Februari 2026.
Berdasarkan perhitungan toposentrik tim OAIL di titik OZT-ALTS, konjungsi terjadi pada pukul 20.22 WIB, 17 Februari 2026. Saat Matahari terbenam di Itera pukul 18.22 WIB, Bulan telah lebih dulu terbenam pada pukul 18.18 WIB. Parameter saat Matahari terbenam menunjukkan azimut Bulan +256° 56' 03", ketinggian -1° 58' 22", dan elongasi +1° 18' 07".
“Posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS, yakni ketinggian minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°. Karena itu, secara hisab hilal kemungkinan tidak teramati pada tanggal tersebut,” ujar Dr. Annisa, Senin (16/2/2026).
Atas kemungkinan tersebut, pengamatan akan dilanjutkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Saat Matahari terbenam pukul 18.22 WIB, posisi Bulan secara toposentrik berada pada azimut +263° 51' 34", ketinggian +8° 29' 21", dan elongasi +11° 07' 10". Bulan diperkirakan terbenam pada pukul 19.02 WIB.
“Pada 18 Februari 2026, posisi Bulan telah memenuhi kriteria Neo MABIMS sehingga hilal berpotensi teramati,” kata Dr. Annisa.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap menunggu penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H melalui Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. “Semoga pengamatan berjalan lancar dan tim dapat mengabadikan citra hilal dengan baik,” ujarnya.
Selain pengamatan, OAIL juga menggelar Pelatihan Teleskop Portabel dan Pengamatan Hilal Ramadan 1447 H di Kompleks OZT-ALTS. Dr. Annisa menjelaskan, teleskop OZT-ALTS saat ini masih dalam proses perbaikan sehingga penggunaannya dibatasi untuk pengamatan terbatas, terutama pada hari kedua ketika ketinggian hilal lebih memadai.
Kegiatan ini hanya diikuti asisten OAIL dan mahasiswa Itera yang berminat mendalami teknik rukyat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kaderisasi pengamat hilal di Itera.
Hasil pengamatan akan dilaporkan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung untuk diteruskan ke Sidang Isbat di Jakarta. Selain itu, laporan juga disampaikan kepada The Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) sebagai bagian dari kerja sama pengamatan hilal yang telah dibahas dalam kunjungan delegasi RCMC ke Itera. Tim juga berupaya mengamati hilal pada siang hari pascakonjungsi sebagai tambahan data astronomi.
Meski tidak dibuka untuk umum, OAIL akan menyampaikan laporan singkat dan pembaruan secara waktu nyata melalui akun Instagram resmi @oail.itera.
Sebagai informasi, OAIL Itera rutin mengamati hilal sejak 2017 dan menjadi salah satu pos pengamatan hilal di Indonesia. OAIL konsisten mendukung kebutuhan pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan data pengamatan hilal di wilayah Itera. (*)