Masyarakat Adat Way Lima Sampaikan Aspirasi ke PTPN I

2026-01-27T11:05:06.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002494969.jpg
Ratusan masyarakat dan tokoh adat Marga Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mendatangi Kantor PTPN I Regional 7 Kebun Way Lima, Senin (26/1/2026).

PESAWARAN — Ratusan masyarakat dan tokoh adat Marga Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mendatangi Kantor PTPN I Regional 7 Kebun Way Lima, Senin (26/1/2026). Mengenakan pakaian adat, mereka menyuarakan aspirasi melalui aksi damai untuk menyampaikan kepada manajemen PTPN tentang asal-usul tanah negara yang dikelola BUMN perkebunan tersebut.

Aksi diawali dengan orasi oleh Bustomi, pemuka adat bergelar Pemuka Agung, yang menyampaikan pesan-pesan damai. Bustomi mengatakan bahwa masyarakat adat Way Lima menjunjung tinggi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kata dia, adab sangat utama dalam berinteraksi dengan sesama manusia maupun alam sekitarnya.

“Kami masyarakat adat Lampung hidup berlandaskan ajaran agama Islam yang penuh kedamaian. Oleh karena itu, tidak ada di antara kita yang melakukan tindakan buruk, apalagi anarkis. Mari kita jaga situasi agar kehidupan masyarakat Pesawaran tetap damai dan kondusif,” ujarnya.

Orasi dilanjutkan oleh Firmansyah. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan kronologi berdasarkan dokumen yang dimilikinya tentang hadirnya perkebunan yang saat ini dikelola PTPN I Way Lima. Ia mengatakan, sejak tahun 1200-an masyarakat adat di Way Lima sudah ada. Pada tahun 1800-an, Belanda datang untuk berdagang, kemudian menjajah, dan mendirikan berbagai usaha.

“Dulu Belanda menyewa tanah kepada adat untuk membuka usaha. Setelah Indonesia merdeka, tanah tersebut tidak dikembalikan kepada adat, melainkan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Artinya, tanah PTPN I Way Lima ini aslinya merupakan tanah ulayat adat,” katanya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan antara perwakilan tokoh adat dan manajemen PTPN I Regional 7 Kebun Way Lima di ruang rapat. Beberapa tokoh adat yang hadir antara lain Dulhamid gelar Pemuka Agung, Bustomi, Firmansyah, Syafrudin Tanjung gelar Sultan Dermawan, Heri Yusrizal gelar Hujah Mangkualam, Rifki gelar Suktab Junjungan Marga, Feri Dermawan gelar Pangeran Setia, serta tokoh lainnya.

Dari pihak PTPN Way Lima hadir Manajer Kebun Lucky Perdana Putra, didampingi perwakilan Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN I Regional 7. Pertemuan juga dihadiri Kabag Ops Polres Pesawaran Kompol Hendra Gunawan, Kasatpol PP Pemkab Pesawaran Syukur, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif, para tokoh adat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dihimpun dari masyarakat. Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah terkait sinergi perusahaan dengan lembaga adat yang ada di Way Lima.

Manajer PTPN Kebun Way Lima, Lucky Perdana Putra, menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada para tokoh adat. Ia mengatakan bahwa masyarakat adat merupakan elemen penting dalam tatanan kehidupan warga Pesawaran. Oleh karena itu, pihaknya menghargai aspirasi tersebut dan akan menindaklanjuti hal-hal yang memerlukan atensi khusus.

“Terima kasih kepada para tokoh adat. Aspirasi Bapak-bapak kami apresiasi dan kami jadikan panduan langkah ke depan. Beberapa hal yang disampaikan kami terima, catat, dan akan kami sampaikan kepada manajemen,” ujar Lucky.

Aksi yang dikawal puluhan personel Polres Pesawaran dan Satpol PP tersebut berlangsung damai dan kondusif. Setelah pertemuan selesai, para peserta meninggalkan lokasi dengan tertib. (*)