Mahasiswa FEBI UIN Raden Intan Raih Duta Bahasa Favorit Lampung 2026

2026-05-23T14:06:36.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Mahasiswa FEBI UIN Raden Intan Raih Duta Bahasa Favorit Lampung 2026.jpeg
Mariska Safitri, dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026 pada ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Mariska Safitri, dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026 pada ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.

Penghargaan tersebut diumumkan pada malam puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 yang berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/5/2026).

Mariska mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia mengatakan keberhasilan itu terasa istimewa karena dirinya merupakan finalis termuda atau mahasiswa baru di antara peserta lain yang mayoritas merupakan mahasiswa semester akhir, pekerja profesional, hingga mahasiswa program magister.

"Senang dan bersyukur sekali bisa meraih predikat favorit, meskipun belum masuk lima besar. Apalagi saya termasuk finalis termuda karena masih mahasiswa baru, sementara peserta lain rata-rata sudah semester delapan, bekerja, bahkan ada yang menempuh pendidikan S2," ujarnya.

Mahasiswa Akuntansi Syariah angkatan 2025 itu mengaku sempat merasa kurang percaya diri selama masa karantina. Selain melihat pengalaman para finalis lain yang lebih banyak, ia juga merasa terbebani untuk mempertahankan prestasi UIN Raden Intan Lampung yang telah dua tahun berturut-turut meraih predikat Duta Bahasa Favorit.

"Awalnya saya merasa takut karena UIN RIL sudah dua tahun berturut-turut menjadi favorit. Saya khawatir tidak bisa mempertahankan capaian senior-senior sebelumnya. Selama karantina tentu ada rasa minder karena pengalaman peserta lain jauh lebih banyak. Namun, saya tetap berusaha menjalani semuanya dengan semangat karena sebagai mahasiswa baru saya masih dalam tahap belajar," katanya saat diwawancarai Tim Humas, Minggu (24/5/2026).

Mariska merupakan penerima Beasiswa Bright Scholarship dari YBM BRILiaN dan tinggal di asrama. Ia mengaku proses karantina yang berlangsung sejak awal April hingga 22 Mei cukup menyita waktu, terutama untuk kegiatan malam dan tugas kelompok. Namun, dukungan dari pengelola dan teman-teman asrama membuatnya tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, tantangan lain muncul karena sebagian besar agenda karantina dilaksanakan pada akhir pekan, sementara dirinya juga memiliki agenda pembinaan dan pengabdian bersama penghuni asrama.

"Bagi sebagian finalis, karantina pada Sabtu dan Minggu mungkin tidak mengganggu kegiatan kuliah. Namun bagi saya, akhir pekan justru merupakan waktu untuk kegiatan asrama, seperti pembinaan dan kegiatan kemasyarakatan. Meski demikian, seluruh rangkaian karantina terasa menyenangkan karena para finalis dan panitia memiliki energi positif sehingga rasa lelah tidak terlalu terasa," ujarnya.

Dalam proses seleksi, peserta mengikuti lima tahapan, yaitu seleksi administrasi melalui esai dan curriculum vitae, unjuk bakat, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawancara kebahasaan dan organisasi, serta tahap akhir berupa krida kelompok dan wawancara final. Pada sesi unjuk bakat, Mariska menampilkan kemampuan story telling dalam bahasa Inggris.

Mariska juga berhasil meraih predikat "Sangat Unggul" pada UKBI. Pada tahap krida, kelompoknya mengembangkan program pembinaan kebahasaan dan peta kebahasaan berbasis aplikasi Roblox. Krida merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra.

Sebanyak 189 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, 76 peserta berhasil meraih predikat minimal unggul pada UKBI sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terbaik yang mengikuti tahap krida Duta Bahasa.

Perempuan asal Ogan Lima, Lampung Utara, itu mengaku ketertarikannya mengikuti ajang tersebut berawal dari kecintaannya terhadap budaya Lampung.

"Awalnya karena saya menyukai budaya Lampung, terlebih saya merupakan orang Lampung asli. Saya menyadari bahwa meskipun berasal dari Lampung, saya sendiri belum aktif menggunakan bahasa Lampung. Setelah menjadi finalis, saya juga menyadari masih banyak hal yang perlu saya pelajari terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari situ saya semakin termotivasi untuk mendalami ilmu kebahasaan," katanya.

Mariska mengatakan pengalaman paling berkesan selama mengikuti karantina adalah lingkungan yang suportif sehingga seluruh finalis dapat berkembang bersama.

"Lingkungannya sangat suportif, sehingga kami merasa seperti keluarga yang tumbuh bersama, bukan saling menjatuhkan. Saya juga mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai bahasa Indonesia yang sebelumnya belum saya ketahui," ujarnya.

Sebagai anggota UKM Bahasa UIN Raden Intan Lampung, Mariska berencana mengusung program literasi finansial setelah terpilih sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung.

"Karena saya berasal dari FEBI, saya ingin mengusung tema literasi finansial. Nantinya akan ada program lembar finansial kreatif yang berisi edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan keuangan, bukan hanya sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana menganalisis prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan finansial. Menurut saya, anak muda saat ini, khususnya mahasiswa perantauan, masih perlu meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan," jelasnya.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk meraih kesempatan di tingkat internasional.

"Saya memiliki keinginan untuk mencoba kesempatan di tingkat internasional. Sebelumnya saya sempat diterima dalam delegasi internasional, namun belum dapat berangkat karena beberapa kendala. Hal itu justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus mencoba kembali," tambahnya.

Dalam Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai keorganisasian, wicara publik, dan wawasan kedutaan sebagai bekal untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, berwawasan, serta mampu menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa.

Peserta yang lolos juga diwajibkan memiliki predikat minimal unggul pada UKBI. Selanjutnya mereka mengikuti tahapan wawancara yang menguji kemampuan berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Lampung hingga terpilih 20 finalis terbaik.

Malam penganugerahan dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, jajaran Balai Bahasa Provinsi Lampung, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Intan Lampung Dr. H. Ridwansyah, M.E.Sy., Duta Raden Intan Tahun 2026 dan 2024, serta para Duta Bahasa Favorit.

Prestasi Mariska sekaligus melanjutkan capaian UIN Raden Intan Lampung yang selama tiga tahun berturut-turut berhasil menempatkan mahasiswanya sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung.

Malam puncak penganugerahan juga dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi adat Lampung dari 20 finalis serta penyampaian gagasan dan program kerja di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Para pemenang memperoleh hadiah berupa uang tunai dan berbagai hadiah lainnya dari sponsor, termasuk logam mulia dari Galeri 24. (ril)